Macapatan dulu yuk ah…

Sinom

Nuladha laku utama,

Tumrape wong tanah jawi,

Wong agung ing ngeksi gondo,

Panembahan senopati,

Kepati amarsudi,

Sudanen hawa lan nepsu,

Pinesu tapa brata,

Tanapi ing siyang ratri,

Hamemangun karyenak tyasing sasama.

Pangkur

Mingkar mingkuring angkara,

Akarana karenan mardi siwi,

Sinawung resmining kidung,

Sinuba sinukarta,

Mrih ketarta pakartining ngelmu luhung,

Kang tumrap neng tanah jawi,

Agama ageming aji.

Wah….sudah sepuluh hari ke dua nich di bulan puasa…udah hampir ke sepuluh hari terakhir lagi…

hayooo…masih pada puasa kan? Bolong nggak….kalau sahabat budaya yang putri ya wajar….tapi kalau sahabat budaya yang putra puasanya bolong…hmmmm kenapa tuh…hehe

Eh, ngomong-ngomong soal puasa nih, tau nggak kenapa ada tembang Pangkur dan Sinom mengawali tulisan kali ini….kita belajar bareng yuk…mengenai hubungannya apa sich tembang Sinom dan Pangkur di atas dengan bulan puasa? Baca terus ya…..

Diawali dengan tembang Sinom deh….

Seperti yang sudah di bahas dalam tulisan kami sebelumnya mengenai macapat, Sinom merupakan lukisan dari masa muda. Bagaikan daun yang sedang bersemi, masa yang indah penuh harapan dan angan – angan (ya seperti kami ini, hehe narsis…). Sebagai orang muda, kita tidak boleh berputus asa apa lagi merusak keindahannya. Yang bisa dan harus kita lakukan adalah membuatnya menjadi masa yang ceria dan keindahan untuk mengindahkan masa selanjutnya. Masa muda adalah masa berupaya untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa selanjutnya. Masa yang penuh perjuangan, dan perjuangan itu kadang terasa sangat berat untuk dijalani. Namun dengan rasa syukur dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa maka semua itu dapat kita lakukan dengan sebaik-baiknya asalkan kita mampu menuntun diri kita sendiri.

Seperti bulan yang sedang kita lalui, bulan puasa ini…tidak hanya untuk kaum muda saja tetapi semua orang yang telah mampu menjalankan dan memeluk agama Islam diwajibkan untuk berpuasa. Bulan puasa atau bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia, karena segala dosa diyakini akan lebur setelah menjalankan puasa wajib sebulan penuh. Sebenarnya puasa adalah hal yang penting untuk meningkatkan kualitas spiritual seseorang. Di semua ajaran agama, sebenarnya juga diajarkan mengenai puasa namun dengan berbagai versi yang berbeda.

Kalau dulu pas saya masih kecil, saya sering diberitahu simbah dan bapak begini “mbok poso to ngger, gen pinter.” (mbok puasa to nak, biar pintar), nah lo…apa hubungannya puasa dengan pintar? Pasti bertanya-tanya kan… kalau mau pintar ya belajar to… Iya nggak..semua orang juga tahu…

Tapi ternyata…menurut sudut pandang spiritual metafisik, puasa mempunyai efek yang sangat baik dan besar terhadap tubuh dan fikiran. Jadi selain belajar, puasa juga dapat memberikan efek yang positif terhadap pikiran dan hasil belajar kita. Karena dengan berpuasa, maka pikiran kita akan lebih fokus dan berkonsentrasi sehingga dalam menyerap pelajaran atau mentransfer informasi ke otak lebih lancar dan dapat meresap kedalam hati.

Oleh masyarakat Jawa, bulan puasa juga diyakini sebagai bulan yang penuh berkah dan memiliki keistimewaan tersendiri. Filosofi Jawa menyatakan, puasa sebagai sarana menggembleng jiwa, raga, mempertajam rasa batin, olah rasa-pangrasa, serta menyucikan hati dan pikiran. Berhubungan dengan bulan puasa, tembang pangkur sepertinya cocok juga karena seperti pernah kita bahas juga, Pangkur memiliki makna bahwa manusia mulai memikirkan dan merenungkan masa lalunya (mungkur). Dapat juga diartikan bahwa manusia mulai mungkur atau menyingkirkan hawa nafsu angkara murka. Ada juga yang mengartikan bahwa pangkur berarti mungkur dari urusan duniawi untuk mulai memikirkan kehidupan setelah mati. Jadi setidaknya di bulan puasa, seorang manusia mulai memikirkan kehidupannya setelah mati. Karena di bulan puasa, manusia benar-benar dianjurkan untuk terus mendekatkan diri dan memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berpuasa dan ibadah yang lainnya.

Coba kita lihat baris pertama , kedua, dan terakhir dari cakepan (syair) pangkur diatas yang berbunyi “mingkar-mingkuring angkara, akarana karenan mardi siwi” yang kurang lebih bermakna menghindari segala bentuk angkara yang berasal dari kesenangan duniawi. Baris terakhir yang berbunyi “agama ageming aji” yang kurang lebih bermakna bahwa agama adalah pegangan hidup. Jadi secara keseluruhan bermakna dengan menggunakan ajaran agama sebagai pedoman hidup untuk menghindari segala bentuk angkara atau nafsu yang bersumber dari kesenangan duniawi. Nah…dalam berpuasa juga kan kita harus selalu menahan hawa nafsu, tidak hanya nafsu makan dan minum melainkan juga nafsu yang sering kali menguasai diri ketika kita tidak mampu mengendalikannya, seperti amarah dan hal-hal yang bersifat mengotori kesucian hati.

Seperti yang tertulis juga di cakepan tembang sinom lima baris terakhir yang berbunyi “kepati amarsudi, sudanen hawa lan napsu, pinesu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, hamemangun karyenak tyasing sasama”. Yang kurang lebih maksudnya adalah dengan sunggguh-sungguh kita berupaya untuk mengurangi hawa nafsu dengan tapa brata (salah satunya dengan puasa), baik itu siang ataupun malam, dan tak lupa membangun hubungan baik dengan sesama manusia. Jadi di bulan puasa ini kita harus mampu menahan hawa nafsu, dan memperbanyak beribadah baik siang maupun malam. Setelah itu kita akan memper erat hubungan dengan sesama manusia di bulan sawal atau pas lebaran.

Nah…selain puasa di bulan puasa atau ramadhan, para penghayat kejawen telah menemukan metode-metode untuk membangkitkan spirit agar menjadi manusia yang kuat jiwanya dan luas alam pemikirannya, salah satunya adalah menemukan puasa-puasa dengan tradisi kejawen. Dalam peradaban spiritual kejawen, seorang penghayat kejawen biasa melakukan puasa dengan hitungan hari tertentu untuk menaikkan kemampuan spiritual metefisik mereka.

Adapun macam-macam puasa berdasarkan tradisi jawa adalah sebagai berikut:

1. Mutih

Ketika melakukan puasa mutih, seseorang tidak diperbolehkan memakan apa-apa kecuali nasi putih dan air putih tanpa gula maupun garam. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mand keramas dulu sebelumnya dan membaca doa tertentu sesuai tujuan puasanya.

2. Ngeruh

Dalam puasa ini seseorang hanya boleh makan buah-buahan dan sayuran saja. Tidak boleh maka daging, ikan,telur, dan sebagainya.

3. Ngebleng

Puasa ini dilakukan dengan menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktivitas seksual. Waktu tidurnya harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada lampu atau cahaya yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Selama menjalankan puasa ini hanya boleh keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4. Pati geni

Puasa pati geni hampir sama dengan puasa ngebleng. Perbedaanya adalah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari, dan seterusnya. Jika seseorang yang melakukan puasa pati geni ingin buang air, maka harus dilakukab di kamar (dengan menggunakan pispot atau alat yang lain).

5. Ngelowong

Dibandingkan dengan puasa pati geni dan ngebleng, puasa ini lebih ringan. Orang yang sedang melakukan puasa ini tidak boleh makan dan minum selama kurun waktu tertentu. Hanya boleh tidur 3 jam (dalam 24 jam) dan diperbolehkan keluar rumah.

6. Ngrowot

Puasa ini merupaka puasa lengkap yang dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan saja. Diperbolehkan makan buah lebih dari satu tetapi hany boleh satu jenis saja, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

7. Nganyep (dari kata anyep = dingin)

Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan makanan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan mutih, perbedaannya makanan yang dikonsumsi lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8. Ngidang

Orang yang menjalani puasa ini hanya boleh memakan dedaunan dan air putih saja.

9. Ngepel

Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk makan satu kepal nasi sehari tapi kadang ada yang boleh makan dua atau tiga kepal nasi sehari.

10. Ngasrep

Orang yang melakukan puasa ini hanya boleh makan dan minum yang tidak ada rasanya, dan hanya boleh minum sebanyak 3 kali sehari

11. Senin kamis

Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja, ada yang dengan makan sahur ada yang tanpa makan sahur. Puasa ini identik dengan agama karena Rasulullah SAW menganjurkannya.

12. Wungon

Merupakan puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum, dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa jejeg

Puasa untuk tidak duduk selama 12 jam.

14. Lelono

Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh yang selama perjalanan tersebut kita melakukan introspeksi diri.

15. Kungkum

Merupakan tapa yang sangat unik. Berdasarkan pengalaman orang-orang yang pernah melakukannya, para pelaku spiritual ini sering merasakan sensasi yang dahsyat saat melakukan tapa ini. Ada beberapa tatacara tapa kungkum yang harus dipatuhi dan biasanya dilakukan selama 7 malam atau sesuai keperluannya.

16. Ngalong

Tapa ini juga sangat unik karena dilakukan dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini disertai dengan puasa ngrowot.

17. Ngeluwang

Tapa ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sepi.

Dari ketujuh belas macam puasa tersebut, selain puasa mutih dan puasa senin kamis, jenis puasa yang lain termasuk sangat jarang dilakukan oleh orang-orang biasa. Atau hanya biasa dilakukan oleh orang-orang yang pinunjul (memiliki kelebihan) karena memang untuk memperoleh kelebihan secara spiritual dan mendekatkan diri dengan Sang Maha Pencipta.

Nah…sudah belajar macapat dan puasa kan…semoga bermanfaat…ambil yang baik dan singkirkan jauh-jauh yang tidak baik. Selamat berpuasa buat sahabat budaya yang menjalankannya, selamat menanti dan mempersiapkan hari raya idul fitri dengan jiwa, hati, dan pikiran yang bersih. Buat sahabat budaya yang mau mudik (termasuk kami) semoga selamat sampai tujuan dan berkumpul bersama keluarga dengan penuh keceriaan, kebahagiaan dan kegembiraan.

Mohon maaf lahir dan batin ya sahabat semua…semoga kita memperoleh kemenangan sejati. Kemenangan atas diri kita sendiri, kemenangan untuk memerangi nafsu dalam diri yang sangat berbahaya ketika kita tak mampu mengendalikannya. Dan semoga Agama tetap menjadi ageming aji dari masing-masing diri kita…amin…

semoga bermanfaat… 

Seperti biasa Buat sahabat budaya yang tertarik untuk bergabung bersama kami atau ingin meyampaikan saran dan kritik untuk memperkaya tulisan di blog ini dan biar temen belajarnya lebih banyak lagi, silakan kirimkan naskah tulisan sahabat budaya ke alamat email kami di jawabudaya@gmail.com ditunggu partisipasinya ya….terimakasih…

Belajar budaya,,,siapa takut..hehe sampai jumpa di tulisan kami selanjutnya, selamat membaca sambil menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa tapi hati-hati awas gosong, hehe…^_^

sumber : dari berbagai sumber

About these ads

Posted on 14/08/2011, in Tembang Jawa and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ehmmm…ini teh pupuh y klo d sunda??hhee~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: