<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Jawa</title>
	<atom:link href="http://learningmacapat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://learningmacapat.wordpress.com</link>
	<description>Kenali dan Lestarikan Budayamu...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 08:37:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='learningmacapat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b8c828cdc559cfa5b2cefb336755b042?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Belajar Jawa</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://learningmacapat.wordpress.com/osd.xml" title="Belajar Jawa" />
	<atom:link rel='hub' href='http://learningmacapat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Puasa Syawal dan Ketupat alias &#8220;KUPAT&#8221;</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/09/20/puasa-syawal-dan-ketupat-alias-kupat/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/09/20/puasa-syawal-dan-ketupat-alias-kupat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 15:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[janur]]></category>
		<category><![CDATA[Kupat. puasa syawal]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/09/20/puasa-syawal-dan-ketupat-alias-kupat/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Oleh : Bayukartika Waaah&#8230;.Idul Fitri sudah berlalu ya&#8230;.. masih di bulan Syawal nich&#8230;.kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada sahabat budaya semuanya&#8230;. apa kabarnya nich&#8230;masih sehat kan? Semoga sahabat budaya semuanya selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Nah sahabat budaya, masih dalam suasana Syawal juga nich&#8230; Selama hari raya Idul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=210&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><font size="2" face="Arial">Oleh : Bayukartika</font>
<p><font size="2" face="Arial">Waaah&#8230;.Idul Fitri sudah berlalu ya&#8230;.. masih di bulan Syawal nich&#8230;.kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada sahabat budaya semuanya&#8230;. apa kabarnya nich&#8230;masih sehat kan? Semoga sahabat budaya semuanya selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Nah sahabat budaya, masih dalam suasana Syawal juga nich&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial">Selama hari raya Idul Fitri pasti tidak akan terlepas dari yang namanya ketupat. Meskipun kita tahu sendiri, bahwa lebaran di tahun 2011 ini lumayan membuat bingung terutama kaum ibu karena masakan lebaran mereka ada yang terpaksa dipakai untuk sahur&#8230;(loh kok aneh&#8230;ya kan?) tentu sahabat budaya semua tahu bahwa ternyata garis “finish” buat puasanya di undur..hehe&#8230;tapi its okay lah ya&#8230;toh ujungnya juga tetap lebaran ya kan&#8230;.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Ngomong-ngomong soal ketupat (kalau bahasa bahasa Jawa sich “<b>Kupat” </b>jadi selanjutnya pakai kata kupat aja ya&#8230;.), ada yang menarik lho di Jawa khususnya. Kalau biasanya hari raya Idul Fitri itu sangat identik dengan hidangan ketupat dan opor ayam setelah solat Idul Fitri. Tetapi beda lagi dengan masyarakat Jawa&#8230;.mereka tidak menghidangkan ketupat di hari pertama Idul Fitri. Pada umumnya di Jawa itu lebarannya 8 hari lho dan selalu ramai kalau di kampung-kampung. Jadi ketupatnya dihidangkan di hari ke delapan lebaran, masyarakat menyebutnya sebagai lebaran ketupat “bakdo Kupat”. Ada alasan tersendiri mengapa mereka menghidangkan kupat di bakdo kupat. Kita bahas bareng yuk alasannya apa trus makna kupat itu sendiri&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial"></font>&nbsp;</p>
<p><span id="more-210"></span>
<p><font size="2" face="Arial">Sahabat budaya semua pasti pernah dengar dong tentang puasa syawal&#8230; nah ternyata masyarakat Jawa dari jaman dulu juga melakukannya, kemudian mengajarkan pada anak turunnya. Itulah sebab mengapa masyarakat Jawa menghidangkan kupat di hari kedelapan lebaran. Sebenarnya tidak dihidangkan secara khusus namun pada pagi hari kedelapan tersebut masyarakat Jawa melakukan sedekah yang sering disebut sebagai kenduri sawalan. Kenduri sawalan menggunakan kupat yang berjumlah ganjil. Terdiri dari kupat luar, kupat sinto, dan kupat bawang. Sebenarnya masih banyak jenis kupat berdasarkan bentuknya, namun yang umum digunakan adalah jenis ketupat tersebut. </font>
<p><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/dari-mana-datangnya-ketupat.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="Dari Mana Datangnya Ketupat" border="0" alt="Dari Mana Datangnya Ketupat" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/dari-mana-datangnya-ketupat_thumb.jpg?w=244&#038;h=188" width="244" height="188"></a>&nbsp;</p>
<p><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/ketupat.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="ketupat" border="0" alt="ketupat" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/ketupat_thumb.jpg?w=245&#038;h=217" width="245" height="217"></a></p>
<p><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/ini-ketupat-sinta-ketupat-bawang-ketupat-luar-nama-anyamannya.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="Ini-ketupat-sinta-ketupat-bawang-ketupat-luar-Nama-anyamannya" border="0" alt="Ini-ketupat-sinta-ketupat-bawang-ketupat-luar-Nama-anyamannya" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/ini-ketupat-sinta-ketupat-bawang-ketupat-luar-nama-anyamannya_thumb.jpg?w=225&#038;h=244" width="225" height="244"></a>
<p><font size="2" face="Arial">Kenduri sawalan dilakukan di pagi hari seperti waktu salat Idul Fitri di hari pertama lebaran. Menurut informasi yang kami dapatkan, kenduri sawalan ini dilakukan sebagai perayaan dan selamatan setelah melakukan puasa sawal. Karena pada jaman dahulu ketika peradaban belum begitu maju seperti sekarang-sekarang ini, orang Jawa biasanya langsung berpuasa sawal di hari kedua hingga hari ketujuh bulan sawal. Jadi setelah puasa ramadhan selama 30 hari, kemudian merayakan Idul Fitri di hari pertama dengan solat Idul Fitri dan sedekah hari raya berupa nasi dan lauk-pauk di pagi hari raya. Hal itu mereka lakukan sebagai “Buka” saja atau jeda tidak berpuasa tepat di hari raya. Kemudian mereka melanjutkan puasa lagi selama 6 hari, setelah itu dirayakan dan selamatan lagi dengan sedekah sawalan menggunakan kupat. Jadi pada hari kedelapan baru kupat dihidangkan dan dipakai untuk kenduri. Berhubung kalau sekarang ini lebarannya dilanjutkan sampai bakdo sawal, jadi ya pasti sebagian besar masyarakat baru melakukan puasa sawal setelah bakdo sawal. Begitu sahabat budaya&#8230;..hayooo&#8230;sudah pada puasa sawal belum nich? Masih ada waktu kok untuk berpuasa sawal&#8230;.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Nah&#8230;kok ketupat di lidah orang Jawa jadi “KUPAT” ya&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial">Orang bilang, orang Jawa itu sangat pandai memaknai sesuatu hal atau berfilosofi..hehe (narsis dikit boleh ya&#8230;) tapi memang kenyataanya seperti itu. Hari raya Idul Fitri yang identik dengan bermaaf-maafan dan pengakuan kesalahan dilambangkan dengan kupat. KUPAT terdiri dari dua suku kata yaitu KU-PAT, yang kemudian oleh orang Jawa dijabarkan menjadi “<b>ngaKU</b> <b>lePAT</b>” yang berarti mengakui kesalahan. Nah kupat ini kulitnya kan terbuat dari daun kelapa yang masih muda, orang Jawa menyebutnya JANUR. Janur juga terdiri dari dua suku kata yaitu JA-NUR. Dijabarkan menjadi Jannah (surga), dan Nur (cahaya), jadi kurnag lebih maknanya cahaya surga. Jadi secara keseluruhan mulai dari janur sampai menjadi kupat di hari raya idul fitri adalah kita saling memaafkan, mengakui kesalahan, dan menjalin silaturahmi untuk meraih cahaya surga. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Itulah sedikit informasi mengenai makna ketupat dan bulan syawal menurut tradisi masyarakat Jawa sahabat&#8230;semoga bermanfaat. Ambil yang baik buang jauh yang jeleknya&#8230;selamat kembali beraktifitas ya sahabat budaya semua karena pasti libur lebarannya sudah berakhir kan??? Semoga mendapat semangat baru setelah berkumpul dan bertemu dengan keluarga. Sampai ketemu lagi dengan tulisan kami selanjutnya&#8230;.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Seperti biasa Buat sahabat budaya yang tertarik untuk bergabung bersama kami atau ingin meyampaikan saran dan kritik untuk memperkaya tulisan di blog ini dan biar temen belajarnya lebih banyak lagi, silakan kirimkan naskah tulisan sahabat budaya ke alamat email kami di </font><a href="mailto:jawabudaya@gmail.com"><font size="2" face="Arial">jawabudaya@gmail.com</font></a><font size="2" face="Arial"> ditunggu partisipasinya ya&#8230;.terimakasih&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial">Sumber : dari berbagai sumber</font></p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/adat-istiadat/'>Adat Istiadat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=210&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/09/20/puasa-syawal-dan-ketupat-alias-kupat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/dari-mana-datangnya-ketupat_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dari Mana Datangnya Ketupat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/ketupat_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ketupat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/09/ini-ketupat-sinta-ketupat-bawang-ketupat-luar-nama-anyamannya_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ini-ketupat-sinta-ketupat-bawang-ketupat-luar-Nama-anyamannya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyambut wahyu lailatul qadar ala masyarakat Jawa</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/08/28/menyambut-wahyu-lailatul-qadar-ala-masyarakat-jawa/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/08/28/menyambut-wahyu-lailatul-qadar-ala-masyarakat-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 05:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[lailatul qadar]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[selikuran]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[wesi aji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/08/28/menyambut-wahyu-lailatul-qadar-ala-masyarakat-jawa/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : bayukartika Wah&#8230;tinggal beberapa hari lagi sudah hari raya idul fitri&#8230;hayooo&#8230;sahabat budaya sudah mempersiapkannya belum nich? Sudah mudik? Sudah berkumpul bersama keluarga??? Seneng yah&#8230;bisa berkumpul bersama keluarga setelah beberapa waktu tidak berkumpul dengan bapak, ibu, kakek, nenek, saudara dan keluarga tercinta&#8230; pertama kami mengucapkan selamat datang ke kampung halaman buat sahabat budaya yang mudik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=203&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><font size="2" face="Arial">Oleh : bayukartika</font></p>
</blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Wah&#8230;tinggal beberapa hari lagi sudah hari raya idul fitri&#8230;hayooo&#8230;sahabat budaya sudah mempersiapkannya belum nich? Sudah mudik? Sudah berkumpul bersama keluarga??? Seneng yah&#8230;bisa berkumpul bersama keluarga setelah beberapa waktu tidak berkumpul dengan bapak, ibu, kakek, nenek, saudara dan keluarga tercinta&#8230; pertama kami mengucapkan selamat datang ke kampung halaman buat sahabat budaya yang mudik, dan salam buat seluruh keluarga di rumah. Nah&#8230;untuk sahabat budaya yang tidak mudik, kami juga menitipkan salam buat seluruh keluarga di rumah. Semoga keluarga kita semua selalu dalam lindungan dan mendapat rahmat dari Yang Maha Esa.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Hmmm&#8230;.sebebentar lagi lebaran, berarti bulan puasa sudah tinggal beberapa hari lagi. Sepuluh hari terakhir bulan ramadhan / bulan puasa merupakan hari-hari yang sangat istimewa, salah satunya tradisi mudik yang konon kabarnya hanya ada di Indonesia lho&#8230;jadi mudik juga termasuk budaya yang patut kita lestarikan&#8230;. setujuuuuu????? (setuju banget, soalnya kami juga melakukan mudik beberapa tahun terakhir ini, hehe&#8230;) </font><br />
<blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Nah selain itu ada sebagian masyarakat khususnya di Jawa yang memiliki cara atau tradisi tersendiri untuk mengisi sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan/bulan puasa ini. Mau tau apa aja yang dilakukan oleh masyarakat tersebut??? Belajar bareng yuk&#8230;</font> </p>
</blockquote>
<p><font size="2" face="Arial"></font></p>
<p><span id="more-203"></span>
<p><font size="2" face="Arial">Mulai dari malam ke-21, atau tanggal 20 malam di bulan puasa, di Jawa Tengah khususnya ada tradisi maleman / malem selikuran (selikur, jawa = 21). Kalau di keraton Solo, ada tradisi malem selikuran dengan sedekah ageng yang dilaksanakan di Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat. Yang berbeda dengan sedekah-sedekah lain selain pada malem selikuran ini adalah adanya lampion sebagai salah satu komponen upacara adat yang diselenggarakan. Lampion ini sebagai simbol atau do’a agar orang yang membuat atau membawa lampion tersebut mendapat wahyu <i>lailatul qadar</i>. Nah&#8230;kalau masyarakat umum terutama di kampung-kampung menaruh dian/tintir (jawa=lampu minyak) di luar rumah setelah magrib pada <i>malem</i> <i>selikur</i>. Sebelumnya biasanya mereka melakukan sedekah dengan menggunakan jajan pasar (berisi buah-buahan dan kue-kue dari pasar) dan makanan pokok (nasi dan lauk pauknya). Sahabat budaya tahu nggak ini maksudnya apa? Setelah saya bertanya-tanya, jawaban masyarakat sungguh ajaib&#8230; mereka memasang lampu minyak di luar rumah tersebut untuk menyambut datangnya wahyu <i>lailatul</i> <i>qadar</i>. Hmmm&#8230; kok begitu ya? Sebenarnya ini merupakan tradisi turun temurun dari jaman dahulu ketika belum ada lampu tapi tetap dilestarikan sampai sekarang meskipun sudah banyak lampu-lampu listrik yang berkilauan di semua sudut ruangan. Hal ini merupakan simbol saja, karena masyarakat percaya bahwa wahyu akan turun ke tempat-tempat yang terang. Padahal sebenarnya wahyu turun pada hati dan pikiran yang terang serta pada seseorang yang memang mampu untuk menerimanya. Nah&#8230;sedekah pada malam selikuran ini adalah selamatan untuk orang-orang yang menerima wahyu dan memohon keselamatan untuk yang mengeluarkan sedekah tersebut. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Selamatan dengan sedekah yang dilakukan selanjutnya adalah sedekah ba’do (sedekah lebaran yang biasa disebut sebagai sedekah lulutan). Sedekah ini dilaksanakan dari mulai malam selikur (malam 21) sampai malam terakhir sebelum lebaran. Istimewanya dari sedekah ini adalah penggunaan ketan yang dibentuk bulat menjadi golong (biasanya dibuat dari nasi putih biasa). Makna dari sedekah ini utamanya adalah memohon keselamatan dan sebagai ucapan syukur karena mempunyai <b><i>wesi</i></b><i> <b>aji</b></i> (jaman dahulu biasanya berupa keris, tombak, dan lain sebagainya, namun sekarang dapat berupa apa saja seperti cangkul, sabit, dan mata bajak bagi petani). Jadi <i>wesi aji </i>ini merupakan alat untuk mencari nafkah sehari-hari sehingga dapat menyambung hidup selama satu tahun ini. Golong yang dibuat dari ketan bertekstur lengket, sehingga merupakan doa yang tersirat dalam komponen sedekah yang mengandung makna bahwa meskipun bulat dan mempunyai pendirian sendiri, tetapi tetap manut/lulut terhadap yang punya. Sedekah ini juga merupakan permohonan keselamatan untuk pemilik alat, pembuatnya, dan penjualnya sehingga alat tersebut dapat digunakan oleh pemilik dengan sebaik-baiknya.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Yang ke-tiga adalah sedekah sangalikuran (sanga likur, jawa=29). Jadi pelaksanaannya dilakukan pada malam ke-29 di bulan ramadhan. Selain tujuan utamanya adalah untuk memohon keselamatan, sedekah tersebut adalah untuk penutupan bulan puasa sebagai malam terakhir diturunkannya wahyu <i>lailatul qadar</i>. Sedekah yang dikeluarkan pada malam ke-29 ini berupa nasi putih biasa dengan lauk pauk berupa tempe rebus dan sayuran rebus. Nasi dapat dibuat tumpeng atau tanpa dibuat tumpeng tergantung kesepakatan warga di daerah tersebut. Setiap malam ganjil dimulai sejak malam selikur, masyarakat di kampung-kampung masih menyalakan lampu minyak di luar rumah karena berharap turunnya wahyu tersebut kerumahnya masing-masing.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Hmmmm&#8230;.itulah tradisi yang sampai saat ini masih terus dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat, terutama di pedesaan sebagai ucapan rasa syukur mereka terhadap karunia yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa menjelang hari raya. Jadi masih perlu kiranya kita mempelajari tradisi yang masih bertahan di masyarakat agar jangan sampai punah atau hilang. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Seperti biasa sahabat budaya semuanya&#8230;ini merupakan salah satu kebudayaan yang kita miliki. Berkaitan dengan kepercayaan, itu sangat tergantung dari sahabat budaya semuanya. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat, yang baik silakan diambil dan yang kurang baik silakan dibuang sejauh-jauhnya.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Berhubung sebentar lagi hari raya idul fitri, kami mohon maaf lahir dan batin ya sahabat budaya semua&#8230;semoga kita memperoleh kemenangan sejati. Kemenangan atas diri kita sendiri, kemenangan untuk memerangi nafsu dalam diri yang sangat berbahaya ketika kita tak mampu mengendalikannya serta selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga amal ibadah kita selama bulan ramadhan ini diterima dan kita semua dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan dan idul fitri tahun berikutnya, amiiinnn&#8230;.</font><br />
<blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Seperti biasa Buat sahabat budaya yang tertarik untuk bergabung bersama kami atau ingin meyampaikan saran dan kritik untuk memperkaya tulisan di blog ini dan biar temen belajarnya lebih banyak lagi, silakan kirimkan naskah tulisan sahabat budaya ke alamat email kami di </font><a href="mailto:jawabudaya@gmail.com"><font size="2" face="Arial">jawabudaya@gmail.com</font></a><font size="2" face="Arial"> ditunggu partisipasinya ya&#8230;.terimakasih&#8230;</font> </p>
</blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Belajar budaya,,,siapa takut..hehe sampai jumpa di tulisan kami selanjutnya, selamat membaca sambil bersiap menyambut hari raya Idul Fitri.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Sumber : dari berbagai sumber</font></p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/adat-istiadat/'>Adat Istiadat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=203&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/08/28/menyambut-wahyu-lailatul-qadar-ala-masyarakat-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Macapatan dulu yuk ah&#8230;</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/08/14/macapatan-dulu-yuk-ah/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/08/14/macapatan-dulu-yuk-ah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 13:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tembang Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[mungkur]]></category>
		<category><![CDATA[pangkur]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sinom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/08/14/macapatan-dulu-yuk-ah/</guid>
		<description><![CDATA[Sinom Nuladha laku utama, Tumrape wong tanah jawi, Wong agung ing ngeksi gondo, Panembahan senopati, Kepati amarsudi, Sudanen hawa lan nepsu, Pinesu tapa brata, Tanapi ing siyang ratri, Hamemangun karyenak tyasing sasama. Pangkur Mingkar mingkuring angkara, Akarana karenan mardi siwi, Sinawung resmining kidung, Sinuba sinukarta, Mrih ketarta pakartining ngelmu luhung, Kang tumrap neng tanah jawi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=199&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="514">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="242">
<p><b><font size="2" face="Arial">Sinom</font></b>
<p><font size="2" face="Arial">Nuladha laku utama,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Tumrape wong tanah jawi,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Wong agung ing ngeksi gondo,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Panembahan senopati,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Kepati amarsudi,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Sudanen hawa lan nepsu,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Pinesu tapa brata,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Tanapi ing siyang ratri,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Hamemangun karyenak tyasing sasama.</font>
<p><b><font size="2" face="Arial"></font></b></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p><b><font size="2" face="Arial">Pangkur</font></b>
<p><font size="2" face="Arial">Mingkar mingkuring angkara,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Akarana karenan mardi siwi,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Sinawung resmining kidung,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Sinuba sinukarta,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Mrih ketarta pakartining ngelmu luhung,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Kang tumrap neng tanah jawi,</font>
<p><font size="2" face="Arial">Agama ageming aji.</font>
<p><b><font size="2" face="Arial"></font></b></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</blockquote>
<p><b><font size="2" face="Arial"></font></b>
<p><font size="2" face="Arial">Wah&#8230;.sudah sepuluh hari ke dua nich di bulan puasa&#8230;udah hampir ke sepuluh hari terakhir lagi…</font>
<p><font size="2" face="Arial">hayooo&#8230;masih pada puasa kan? Bolong nggak&#8230;.kalau sahabat budaya yang putri ya wajar&#8230;.tapi kalau sahabat budaya yang putra puasanya bolong&#8230;hmmmm kenapa tuh&#8230;hehe</font>
<p><font size="2" face="Arial">Eh, ngomong-ngomong soal puasa nih, tau nggak kenapa ada tembang Pangkur dan Sinom mengawali tulisan kali ini&#8230;.kita belajar bareng yuk&#8230;mengenai hubungannya apa sich tembang Sinom dan Pangkur di atas dengan bulan puasa? Baca terus ya&#8230;..</font>
<p><font size="2" face="Arial"></font></p>
<p><span id="more-199"></span>
<p><font size="2" face="Arial">Diawali dengan tembang Sinom deh&#8230;.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Seperti yang sudah di bahas dalam tulisan kami sebelumnya mengenai macapat, Sinom merupakan lukisan dari masa muda. Bagaikan daun yang sedang bersemi, masa yang indah penuh harapan dan angan – angan (ya seperti kami ini, hehe narsis&#8230;). Sebagai orang muda, kita tidak boleh berputus asa apa lagi merusak keindahannya. Yang bisa dan harus kita lakukan adalah membuatnya menjadi masa yang ceria dan keindahan untuk mengindahkan masa selanjutnya. Masa muda adalah masa berupaya untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa selanjutnya. Masa yang penuh perjuangan, dan perjuangan itu kadang terasa sangat berat untuk dijalani. Namun dengan rasa syukur dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa maka semua itu dapat kita lakukan dengan sebaik-baiknya asalkan kita mampu menuntun diri kita sendiri. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Seperti bulan yang sedang kita lalui, bulan puasa ini&#8230;tidak hanya untuk kaum muda saja tetapi semua orang yang telah mampu menjalankan dan memeluk agama Islam diwajibkan untuk berpuasa. Bulan puasa atau bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia, karena segala dosa diyakini akan lebur setelah menjalankan puasa wajib sebulan penuh. Sebenarnya puasa adalah hal yang penting untuk meningkatkan kualitas spiritual seseorang. Di semua ajaran agama, sebenarnya juga diajarkan mengenai puasa namun dengan berbagai versi yang berbeda. </font><br />
<blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Kalau dulu pas saya masih kecil, saya sering diberitahu simbah dan bapak begini “<strong><em>mbok poso to ngger, gen pinter</em>&#8230;</strong>.” (mbok puasa to nak, biar pintar), nah lo&#8230;apa hubungannya puasa dengan pintar? Pasti bertanya-tanya kan&#8230; kalau mau pintar ya belajar to&#8230; Iya nggak..semua orang juga tahu&#8230;</font></p>
</blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Tapi ternyata&#8230;menurut sudut pandang spiritual metafisik, puasa mempunyai efek yang sangat baik dan besar terhadap tubuh dan fikiran. Jadi selain belajar, puasa juga dapat memberikan efek yang positif terhadap pikiran dan hasil belajar kita. Karena dengan berpuasa, maka pikiran kita akan lebih fokus dan berkonsentrasi sehingga dalam menyerap pelajaran atau mentransfer informasi ke otak lebih lancar dan dapat meresap kedalam hati. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Oleh masyarakat Jawa, bulan puasa juga diyakini sebagai bulan yang penuh berkah dan memiliki keistimewaan tersendiri. Filosofi Jawa menyatakan, puasa sebagai sarana menggembleng jiwa, raga, mempertajam rasa batin, olah rasa-pangrasa, serta menyucikan hati dan pikiran. Berhubungan dengan bulan puasa, tembang pangkur sepertinya cocok juga karena seperti pernah kita bahas juga, Pangkur memiliki makna bahwa manusia mulai memikirkan dan merenungkan masa lalunya (mungkur). Dapat juga diartikan bahwa manusia mulai mungkur atau menyingkirkan hawa nafsu angkara murka. Ada juga yang mengartikan bahwa pangkur berarti mungkur dari urusan duniawi untuk mulai memikirkan kehidupan setelah mati. Jadi setidaknya di bulan puasa, seorang manusia mulai memikirkan kehidupannya setelah mati. Karena di bulan puasa, manusia benar-benar dianjurkan untuk terus mendekatkan diri dan memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berpuasa dan ibadah yang lainnya. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Coba kita lihat baris pertama , kedua, dan terakhir dari <i>cakepan </i>(syair) pangkur diatas yang berbunyi “<b><i>mingkar-mingkuring angkara, akarana karenan mardi siwi</i></b>” yang kurang lebih bermakna menghindari segala bentuk angkara yang berasal dari kesenangan duniawi. Baris terakhir yang berbunyi “<b><i>agama ageming aji</i></b>” yang kurang lebih bermakna bahwa agama adalah pegangan hidup. Jadi secara keseluruhan bermakna dengan menggunakan ajaran agama sebagai pedoman hidup untuk menghindari segala bentuk angkara atau nafsu yang bersumber dari kesenangan duniawi. Nah&#8230;dalam berpuasa juga kan kita harus selalu menahan hawa nafsu, tidak hanya nafsu makan dan minum melainkan juga nafsu yang sering kali menguasai diri ketika kita tidak mampu mengendalikannya, seperti amarah dan hal-hal yang bersifat mengotori kesucian hati. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Seperti yang tertulis juga di cakepan tembang sinom lima baris terakhir yang berbunyi “<b><i>kepati amarsudi, sudanen hawa lan napsu, pinesu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, hamemangun karyenak tyasing sasama</i></b>”. Yang kurang lebih maksudnya adalah dengan sunggguh-sungguh kita berupaya untuk mengurangi hawa nafsu dengan tapa brata (salah satunya dengan puasa), baik itu siang ataupun malam, dan tak lupa membangun hubungan baik dengan sesama manusia. Jadi di bulan puasa ini kita harus mampu menahan hawa nafsu, dan memperbanyak beribadah baik siang maupun malam. Setelah itu kita akan memper erat hubungan dengan sesama manusia di bulan sawal atau pas lebaran. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Nah&#8230;selain puasa di bulan puasa atau ramadhan, para penghayat kejawen telah menemukan metode-metode untuk membangkitkan spirit agar menjadi manusia yang kuat jiwanya dan luas alam pemikirannya, salah satunya adalah menemukan puasa-puasa dengan tradisi kejawen. Dalam peradaban spiritual kejawen, seorang penghayat kejawen biasa melakukan puasa dengan hitungan hari tertentu untuk menaikkan kemampuan spiritual metefisik mereka.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Adapun macam-macam puasa berdasarkan tradisi jawa adalah sebagai berikut:</font>
<p><font size="2" face="Arial">1. Mutih </font>
<p><font size="2" face="Arial">Ketika melakukan puasa mutih, seseorang tidak diperbolehkan memakan apa-apa kecuali nasi putih dan air putih tanpa gula maupun garam. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mand keramas dulu sebelumnya dan membaca doa tertentu sesuai tujuan puasanya.</font>
<p><font size="2" face="Arial">2. Ngeruh</font>
<p><font size="2" face="Arial">Dalam puasa ini seseorang hanya boleh makan buah-buahan dan sayuran saja. Tidak boleh maka daging, ikan,telur, dan sebagainya.</font>
<p><font size="2" face="Arial">3. Ngebleng</font>
<p><font size="2" face="Arial">Puasa ini dilakukan dengan menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktivitas seksual. Waktu tidurnya harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada lampu atau cahaya yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Selama menjalankan puasa ini hanya boleh keluar kamar hanya untuk buang air saja.</font>
<p><font size="2" face="Arial">4. Pati geni</font>
<p><font size="2" face="Arial">Puasa pati geni hampir sama dengan puasa ngebleng. Perbedaanya adalah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari, dan seterusnya. Jika seseorang yang melakukan puasa pati geni ingin buang air, maka harus dilakukab di kamar (dengan menggunakan pispot atau alat yang lain).</font>
<p><font size="2" face="Arial">5. Ngelowong </font>
<p><font size="2" face="Arial">Dibandingkan dengan puasa pati geni dan ngebleng, puasa ini lebih ringan. Orang yang sedang melakukan puasa ini tidak boleh makan dan minum selama kurun waktu tertentu. Hanya boleh tidur 3 jam (dalam 24 jam) dan diperbolehkan keluar rumah.</font>
<p><font size="2" face="Arial">6. Ngrowot</font>
<p><font size="2" face="Arial">Puasa ini merupaka puasa lengkap yang dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan saja. Diperbolehkan makan buah lebih dari satu tetapi hany boleh satu jenis saja, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.</font>
<p><font size="2" face="Arial">7. Nganyep (dari kata anyep = dingin)</font>
<p><font size="2" face="Arial">Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan makanan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan mutih, perbedaannya makanan yang dikonsumsi lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.</font>
<p><font size="2" face="Arial">8. Ngidang</font>
<p><font size="2" face="Arial">Orang yang menjalani puasa ini hanya boleh memakan dedaunan dan air putih saja. </font>
<p><font size="2" face="Arial">9. Ngepel </font>
<p><font size="2" face="Arial">Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk makan satu kepal nasi sehari tapi kadang ada yang boleh makan dua atau tiga kepal nasi sehari.</font>
<p><font size="2" face="Arial">10. Ngasrep</font>
<p><font size="2" face="Arial">Orang yang melakukan puasa ini hanya boleh makan dan minum yang tidak ada rasanya, dan hanya boleh minum sebanyak 3 kali sehari</font>
<p><font size="2" face="Arial">11. Senin kamis</font>
<p><font size="2" face="Arial">Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja, ada yang dengan makan sahur ada yang tanpa makan sahur. Puasa ini identik dengan agama karena Rasulullah SAW menganjurkannya.</font>
<p><font size="2" face="Arial">12. Wungon</font>
<p><font size="2" face="Arial">Merupakan puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum, dan tidur selama 24 jam.</font>
<p><font size="2" face="Arial">13. Tapa jejeg</font>
<p><font size="2" face="Arial">Puasa untuk tidak duduk selama 12 jam.</font>
<p><font size="2" face="Arial">14. Lelono</font>
<p><font size="2" face="Arial">Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh yang selama perjalanan tersebut kita melakukan introspeksi diri.</font>
<p><font size="2" face="Arial">15. Kungkum</font>
<p><font size="2" face="Arial">Merupakan tapa yang sangat unik. Berdasarkan pengalaman orang-orang yang pernah melakukannya, para pelaku spiritual ini sering merasakan sensasi yang dahsyat saat melakukan tapa ini. Ada beberapa tatacara tapa kungkum yang harus dipatuhi dan biasanya dilakukan selama 7 malam atau sesuai keperluannya.</font>
<p><font size="2" face="Arial">16. Ngalong</font>
<p><font size="2" face="Arial">Tapa ini juga sangat unik karena dilakukan dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini disertai dengan puasa ngrowot.</font>
<p><font size="2" face="Arial">17. Ngeluwang</font>
<p><font size="2" face="Arial">Tapa ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sepi.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Dari ketujuh belas macam puasa tersebut, selain puasa mutih dan puasa senin kamis, jenis puasa yang lain termasuk sangat jarang dilakukan oleh orang-orang biasa. Atau hanya biasa dilakukan oleh orang-orang yang pinunjul (memiliki kelebihan) karena memang untuk memperoleh kelebihan secara spiritual dan mendekatkan diri dengan Sang Maha Pencipta.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Nah&#8230;sudah belajar macapat dan puasa kan&#8230;semoga bermanfaat&#8230;ambil yang baik dan singkirkan jauh-jauh yang tidak baik. Selamat berpuasa buat sahabat budaya yang menjalankannya, selamat menanti dan mempersiapkan hari raya idul fitri dengan jiwa, hati, dan pikiran yang bersih. Buat sahabat budaya yang mau mudik (termasuk kami) semoga selamat sampai tujuan dan berkumpul bersama keluarga dengan penuh keceriaan, kebahagiaan dan kegembiraan. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Mohon maaf lahir dan batin ya sahabat semua&#8230;semoga kita memperoleh kemenangan sejati. Kemenangan atas diri kita sendiri, kemenangan untuk memerangi nafsu dalam diri yang sangat berbahaya ketika kita tak mampu mengendalikannya. Dan semoga Agama tetap menjadi ageming aji dari masing-masing diri kita&#8230;amin&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial">semoga bermanfaat…</font>&nbsp;<br />
<blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Seperti biasa Buat sahabat budaya yang tertarik untuk bergabung bersama kami atau ingin meyampaikan saran dan kritik untuk memperkaya tulisan di blog ini dan biar temen belajarnya lebih banyak lagi, silakan kirimkan naskah tulisan sahabat budaya ke alamat email kami di </font><a href="mailto:jawabudaya@gmail.com"><font size="2" face="Arial">jawabudaya@gmail.com</font></a><font size="2" face="Arial"> ditunggu partisipasinya ya&#8230;.terimakasih&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial">Belajar budaya,,,siapa takut..hehe sampai jumpa di tulisan kami selanjutnya, selamat membaca sambil menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa tapi hati-hati awas gosong, hehe&#8230;^_^</font></p>
</blockquote>
<p>sumber : dari berbagai sumber</p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/tembang-jawa/'>Tembang Jawa</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=199&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/08/14/macapatan-dulu-yuk-ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenalan sama Batik Yuuukkk&#8230; (bagian 3)</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/30/kenalan-sama-batik-yuuukkk-bagian-3/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/30/kenalan-sama-batik-yuuukkk-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 07:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[motif]]></category>
		<category><![CDATA[sida asih]]></category>
		<category><![CDATA[sida luhur]]></category>
		<category><![CDATA[sida mukti]]></category>
		<category><![CDATA[truntum]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu tumurun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/30/kenalan-sama-batik-yuuukkk-bagian-3/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Bayu kartika Halo sahabat budaya semua&#8230;. ketemu sama batik lagi nich&#8230; hehe&#8230;. pastinya sudah baca dua tulisan tentang batik yang terbit duluan kan&#8230; kalau belum, baca dulu tulisan yang bagian 1 dan 2 deh&#8230; biar nyambung okay&#8230;..?! Kalau kemarin kita telah belajar mengenai pengertian, sejarah, macam-macam batik berdasarkan cara pembuatan, dan sejarah perkembangannya&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=197&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><font size="2">Oleh : Bayu kartika</font></b><br />
<blockquote>
<p><font size="2">Halo sahabat budaya semua&#8230;. ketemu sama batik lagi nich&#8230; hehe&#8230;. pastinya sudah baca dua tulisan tentang batik yang terbit duluan kan&#8230; kalau belum, baca dulu tulisan yang bagian 1 dan 2 deh&#8230; biar nyambung okay&#8230;..?!</font></p>
</blockquote>
<p><font size="2">Kalau kemarin kita telah belajar mengenai pengertian, sejarah, macam-macam batik berdasarkan cara pembuatan, dan sejarah perkembangannya&#8230; Maka sekarang yuk kita belajar bareng deh mengenai motif batik dan makna lambangnya&#8230;.hehe sebenarnya sudah kami janjikan dari kemarin-kemarin tapi baru terealisasikan sekarang&#8230;hehe..maaf ya..</font>
<p><font size="2">Seperti sudah sering kita bahas di tulisan-tulisan sebelumnya, bahwa batik tidak pernah lepas dari kehidupan orang Jawa. Sejak masih dalam kandungan hingga kematian menjemput. Setiap corak batik terutama batik-batik tradisional memiliki makna tersendiri yang mengandung nilai-nilai adhiluhung. Pola batik terutama di Jawa memiliki arti yag sakral di berbagai upacara adat masyarakat sebagai pelengkap bahkan salah satu syarat berlangsungnya suatu upacara adat. Kita ambil satu contoh upacara mitoni atau pitonan. Pada tulisan kami yang lain sudah sedikit dibahas mengenai batik dan makna bagi upacara tersebut. Yuk&#8230; sekarang kita bahas sedikit lebih mendalam mengenai makna batik yang digunakan pada upacara tersebut. </font>
<p><font size="2"></font></p>
<p><span id="more-197"></span>
<p><font size="2">Sedikitnya diperlukan enam macam kain batik dan satu macam kain lurik dalam upacara pitonan. Dalam upacara pitonan, batik pertama digunakan setelah upacara siraman yang merupakan awal dari upacara pitonan. </font><br />
<blockquote>
<p><font size="2">Pasti sahabat budaya bertanya-tanya (saya pun dulu juga, hehe)&#8230;lho itu kan yang pakai ibunya&#8230;bukan anaknya? Mana bisa bayi dalam kandungan kok pakai batik?</font></p>
</blockquote>
<p><font size="2">Hmmm&#8230;satu lagi nich jangan mengambil sesuatu secara bulat-bulat, tapi di cerna dulu..hehe&#8230;.</font>
<p><font size="2">Ternyata begini, kan upacara pitonan itu diselengarakan untuk calon ibu dan anaknya yang masih dalam kandungan, dan dalam upacara itu memerlukan batik sebagai salah satu kelengkapan upacaranya. Jadi batik diperlukan sejak seorang anak masih dalam kandungan, untuk upacara selamatannya. Tapi bukan berarti anak dalam kandungan memakai batik, yang memakai batik masih ibunya&#8230;.</font>
<p><font size="2">Pada upacara pitonan, seorang calon ibu berganti busana sebanyak tujuh kali dengan pola atau corak batik yang berbeda. Batik yang dikenakan antara lain sebagai berikut: (dapat dipilih 7 diantaranya)</font>
<p><font size="2"><b>1. </b><b>Sida mulyo</b></font>
<p><a href="http://mbatikyuuuk.files.wordpress.com/2011/03/batik-sido-mulyo-12.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image002" border="0" alt="clip_image002" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image0022.jpg?w=244&#038;h=179" width="244" height="179"></font></a>
<p><font size="2">Melambangkan kemulyaan dan kemakmuran, dengan harapan agar bayi yang dilahirkan hidup makmur.</font>
<p><font size="2"><b>2. </b><b>Sida asih </b></font>
<p><a href="http://mbatikyuuuk.files.wordpress.com/2011/03/batik-sido-asih-11.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image004" border="0" alt="clip_image004" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image0041.jpg?w=244&#038;h=165" width="244" height="165"></font></a><b></b>
<p><font size="2">Maknanya agar bayi yang kelak dilahirkan menjadi orang yang dicintai dan dikasihi oleh sesamanya serta mempunyai sifat belas kasih.<b></b></font>
<p><font size="2"><b>3. </b><b>Sida mukti</b></font>
<p><a href="http://mbatikyuuuk.files.wordpress.com/2011/03/batik-sido-mukti1.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image006" border="0" alt="clip_image006" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image0061.jpg?w=244&#038;h=202" width="244" height="202"></font></a><b></b>
<p><font size="2">Melambangkan kebahagiaan, dengan makna agar bayi yang kelak dilahirkan selalu hidup bahagia.</font>
<p><font size="2"><b>4. </b><b>Sida luhur</b></font>
<p><a href="http://mbatikyuuuk.files.wordpress.com/2011/03/batik_sido_luhur.jpg"><b><i><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image008" border="0" alt="clip_image008" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image008.jpg?w=244&#038;h=167" width="244" height="167"></font></i></b></a><b></b>
<p><font size="2">Melambangkan kemuliaan, maknanya mirip dengan motif sida mulyo.</font>
<p><font size="2"><b>5. </b><b>Wahyu tumurun</b></font>
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_nHAFVGTy7_c/SEY2p7uqt-I/AAAAAAAAAHU/nJvsmZs3cqU/s1600-h/WahyuTumurun.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image010" border="0" alt="clip_image010" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image010.jpg?w=244&#038;h=185" width="244" height="185"></font></a><b></b>
<p><font size="2">Melambangkan<b> </b>agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan selalu mendapat petunjuk dan perlindungan dari-Nya.</font>
<p><font size="2"><b>6. </b><b>Semen rama (gambar ini merupakan motif semen rama sawt gurdo)</b></font>
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/semen-romo-sawat-gurdo.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image012" border="0" alt="clip_image012" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image012.jpg?w=244&#038;h=182" width="244" height="182"></font></a><b></b>
<p><font size="2">Melambangkan agar cinta kasih kedua orang tua yang akan menjadi bapak dan ibu tetap bertahan selama-lamanya.<b> </b>Selain itu juga<b> </b>bermakna agar anak yang dilahirkan mempunyai budi pekerti luhur seperti yang dimiliki raja.<b></b></font>
<p><font size="2"><b>7. </b><b>Udan riris seling sawat gurdo</b></font>
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/jawah-liris-seling-sawat-gurdo.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image014" border="0" alt="clip_image014" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image014.jpg?w=244&#038;h=160" width="244" height="160"></font></a><b></b>
<p><font size="2">Melambangkan harapan agar kehidupan dalam masyarakat anak yang akan lahir selalu menyenangkan.</font>
<p><font size="2"><b>8. </b><b>Parang kusuma ceplok mangkoro</b></font>
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/parang-kusumo-ceplok-mangkoro.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image016" border="0" alt="clip_image016" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image016.jpg?w=244&#038;h=179" width="244" height="179"></font></a><b></b>
<p><font size="2">Melambangkan perjuangan untuk tetap hidup, karena untuk dapat sampa ke dunia, seorang anak dan ibu harus memperjuangkannya.</font>
<p><b><font size="2"></font></b>
<p><font size="2">Semua motif batik tersebut di atas mengandung arti filosofis sendiri-sendiri. Selain motif batik itu juga ada yang kadang memakai batik motif babon angrem yang melambangkan kasih sayang dan kesabaran seorang ibu. Pada upacara pitonan juga diperlukan kain lurik, biasanya berpola yuyu sekandhang yang melambangkan harapan agar si anak setelah lahir dikaruniai rizki yang berlimpah.</font>
<p><font size="2">Batik juga menyertai kelahiran yang digunakan untuk alas yang disebut kopohan (basahan) yang di daerah tertentu disebut “pesing”. Batik ini biasanya sudahlawas atau bekas milik neneknya. Hal ini mengandung harapan agar bayi yang lahir memiliki umur yang panjang seperti neneknya. Pola batik yang digunakan juga yang memiliki filosofi baik, sehingga kebaikan itu akan terbawa oleh bayi yang masih suci hingga dewasa nanti. Kain kopohan atau pesing ini kemudian dirawat oleh orang tua si bayi.</font>
<p><font size="2">Saat menanam ari-ari, ayah bayi mengenakan busana Jawa lengkap, kain batik latar hitam dan menggendong kendil berisi ari-ari menggunakan salah satu motif kain yang dipakai sang ibu saat upacara pitonan. Bagi kerabat keraton, kain yang dipakai bermotif “parang rusak” yang melambangkan bayi itu masih trahing luhur atau keturunan bangsawan.</font>
<p><font size="2">Kain batik juga digunakan dalam upacara memasuki usia dewasa, terutama untuk gadis yang mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Setelah siraman mengenakan kaon berpola <b>grompol, </b>yang melambangkan permohonan kebahagiaan dan kesejahteraan yang nggrompol (ngumpul), selalu dikitari dan disukai oleh teman-temannya. Untuk pemuda, batik digunakan saat khitanan dengan mengenakan batik <b>parang pamor </b>yang melambangkan harapan agar setelah dikhitan tumbuh sebagai laki-laki yang cakap dan berbudi luhur, karena telah pecah “pamor”nya. (hmmm&#8230;sekarang masih ada yang menerapkan adat dan kebiasaan kayak gitu nggak ya&#8230;.???)</font>
<p><a href="http://mbatikyuuuk.files.wordpress.com/2011/03/grompol.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image018" border="0" alt="clip_image018" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image018.jpg?w=244&#038;h=227" width="244" height="227"></font></a><font size="2"> motif grompol</font>
<p><font size="2">Dalam upacara pernikahan, batik juga berperan penting. Antara lain untuk lamaran, siraman, akad nikah, dan resepsi. Banyak sekali motif batik yang dikenakan pada upacara pernikahan baik itu oleh pengantin, keluarga pengantin, dan tamu-tamunya. (mengenai pernikahan akan kami bahas pada tulisan kami selanjutnya, semoga masih diberi kesempatan untuk belajar bersama ya,,,,)</font>
<p><font size="2">Hingga saat kematian pun batik juga masih menyertai upacaranya. Sebelum dimasukkan dalam keranda atau peti, jenazah biasanya ditutup dengan kain batik bermotif <b>sida mukti, sida mulya, sida luhur, semen rama, </b>dan<b> kawung</b> yang bermakna kembali ke alam “suwung” atau <b>slobok</b>. Selain itu juga digunakan kain batik yang merupakan kesayangan almarhum atau almarhumah atau kain batik yang belum sempat dipakai selama hidupnya. Bagi pelayat, biasanya mengenakan kain batik berpola slobok, dari kata “<i>lobok”</i> atau longgar. Hal ini bermakna doa agar yang meninggal diberi jalan yang lapang sedangkan yang ditinggalkan dapat melepaskannya dengan hati yagn ikhlas. Pola batik yang sering digunakan oleh pelayat adalah motif <b>buket pakis</b> ciptaan Pura Mangkunegaran yang dipengaruhi oleh budaya Belanda, yang berupa karangan bunga dengan daun pakis sebagai wujud bela sungkawa. </font>
<p><font size="2">Batik juga digunakan pada acara ruwatan, yaitu salah satu upacara adat yang bertujuan untuk menghilangkan takdir tidak baik bagi manusia sukerta. Misalnya anak tunggal, dua anak laki-laki semua atau perempuan semua, dan sebagainya. Bagi masyarakat yang masih percaya, anak-anak tersebut harus diruwat, karena kalau tidak akan menjadi mangsa Bethara Kala atau mendatangkan musibah bagi keluarga. Biasanya ruwatan dilaksanakan dengan tradisi wayangan dan di atas kelir biasanya disampirkan 9 potong kain batik. Adapun batik tersebut bermotif <b>parang rusak, semen latar putih, semen latar hitam, ceplok, kawung, krambil secukil, tambal miring, slobok, </b>dan<b> poleng bang bintulu. </b>Yang biasanya harus ada adalah batik dengan motif <b>poleng bang bintulu, parang rusak, kawung, </b>dan<b> krambil secukil.</b></font>
<p><font size="2">Berikut ini adalah beberapa jenis motif batik yang sering dipakai masyarakat terutama dalam upacara-upacara adat.</font><br />
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_4y88DpW3jsA/SQbGbiqINwI/AAAAAAAAACs/aSHtVbZgXvk/s1600-h/truntum.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image020" border="0" alt="clip_image020" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image020.jpg?w=244&#038;h=178" width="244" height="178"></font></a>
<p><font size="2">Truntum</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_nHAFVGTy7_c/SEY1AAjXLaI/AAAAAAAAAGc/dbcszHn2Ab8/s1600-h/LarLatarIreng.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image022" border="0" alt="clip_image022" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image022.jpg?w=244&#038;h=183" width="244" height="183"></font></a>
<p><font size="2">Lar Latar Ireng (hitam)</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nHAFVGTy7_c/SEY1SqLo2MI/AAAAAAAAAGk/a_3a4HeHytg/s1600-h/LarUkelI.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image024" border="0" alt="clip_image024" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image024.jpg?w=244&#038;h=183" width="244" height="183"></font></a>
<p><font size="2">Lar Ukel</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nHAFVGTy7_c/SEY1gDOGlSI/AAAAAAAAAGs/DDBG_ocMUG0/s1600-h/MaduBrantaI.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image026" border="0" alt="clip_image026" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image026.jpg?w=244&#038;h=183" width="244" height="183"></font></a>
<p><font size="2">Madu Branta</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nHAFVGTy7_c/SEY1tk5Ac7I/AAAAAAAAAG0/yudNy6Qfe1w/s1600-h/MuktiWibawa.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image028" border="0" alt="clip_image028" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image028.jpg?w=244&#038;h=183" width="244" height="183"></font></a>
<p><font size="2">Mukti Wibawa</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nHAFVGTy7_c/SEY2A3eD69I/AAAAAAAAAG8/ohD_IT7Q_l4/s1600-h/RatuRatih.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image030" border="0" alt="clip_image030" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image030.jpg?w=244&#038;h=183" width="244" height="183"></font></a>
<p><font size="2">Ratu Ratih</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_nHAFVGTy7_c/SIQgJkFPnyI/AAAAAAAAAK8/F2AOdig3mMw/s1600-h/SekarjagadVII.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image032" border="0" alt="clip_image032" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image032.jpg?w=244&#038;h=183" width="244" height="183"></font></a>
<p><font size="2">Sekar Jagad</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nHAFVGTy7_c/SEY2eTth3XI/AAAAAAAAAHM/nRu1_B58LSs/s1600-h/SriKaton.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image034" border="0" alt="clip_image034" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image034.jpg?w=244&#038;h=183" width="244" height="183"></font></a>
<p><font size="2">Sri Katon</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/parang-nitik.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image036" border="0" alt="clip_image036" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image036.jpg?w=244&#038;h=182" width="244" height="182"></font></a>
<p><font size="2">Parang Nitik</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/cakar-ayam1.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image038" border="0" alt="clip_image038" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image038.jpg?w=244&#038;h=176" width="244" height="176"></font></a>
<p><font size="2">Cakar ayam</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/kawung-picis-b.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image040" border="0" alt="clip_image040" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image040.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></font></a>
<p><font size="2">Kawung picis</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/klitik.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image042" border="0" alt="clip_image042" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image042.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></font></a>
<p><font size="2">Klitik</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/nitik.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image044" border="0" alt="clip_image044" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image044.jpg?w=244&#038;h=185" width="244" height="185"></font></a>
<p><font size="2">Nitik</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/parang-bligon-ceplok-nitik-kembang-randu.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image046" border="0" alt="clip_image046" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image046.jpg?w=244&#038;h=179" width="244" height="179"></font></a>
<p><font size="2">Parang Bligon, Ceplok Kembang Randu</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/parang-curigo-ceplok-kepet.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image048" border="0" alt="clip_image048" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image048.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></font></a>
<p><font size="2">Parang Curigo, ceplok kepet</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/parang-grompol.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image050" border="0" alt="clip_image050" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image050.jpg?w=244&#038;h=179" width="244" height="179"></font></a>
<p><font size="2">Parang Grompol</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/peksi-kurung.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image052" border="0" alt="clip_image052" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image052.jpg?w=244&#038;h=176" width="244" height="176"></font></a>
<p><font size="2">Peksi Kurung</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/prabu-anomparang-tuding.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image054" border="0" alt="clip_image054" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image054.jpg?w=244&#038;h=177" width="244" height="177"></font></a>
<p><font size="2">Prabu anom/parang tuding</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/semen-gurdo.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image056" border="0" alt="clip_image056" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image056.jpg?w=244&#038;h=176" width="244" height="176"></font></a>
<p><font size="2">Semen gurdo</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/semen-kuncoro.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image058" border="0" alt="clip_image058" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image058.jpg?w=244&#038;h=183" width="244" height="183"></font></a>
<p><font size="2">Semen kuncoro</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/slobog.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image060" border="0" alt="clip_image060" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image060.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></font></a>
<p><font size="2">Slobok</font></p>
</td>
<td valign="top" width="284">
<p><a href="http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/sido-mukti-ukel-lembat.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;" title="clip_image062" border="0" alt="clip_image062" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image062.jpg?w=244&#038;h=185" width="244" height="185"></font></a>
<p><font size="2">Sido Mukti Ukel Lembat</font></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><font size="2">Wah..sudah banyak juga ya motif batik yang kita bahas bersama, tapi masih banyak lagi lho, jadi jangan pernah berhenti belajar dan memperkaya wawasan kita ya sahabat budaya semua&#8230;.</font>
<p><font size="2">O iya&#8230;kan lusa sudah bulan suci Ramadhan nich, bulan yang indah dan penuh berkah&#8230; sebelum memasuki bulan suci, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan kami, baik yang disengaja maupun tidak, baik yang terlihat maupun tidak, dan dari tulisan-tulisan yang mungkin kurang berkenan di hati para sahabat budaya semuanya&#8230; </font>
<p><font size="2">Selamat menunaikan ibadah puasa bagi sahabat budaya yang menjalankannya, mari kita raih kemenangan sejati yang hakiki di bulan suci&#8230;. ^_^</font>
<p><font size="2">Sumber : olah bahasa dari berbagai sumber</font><br />
<blockquote>
<p><font size="2">NB. : Buat sahabat budaya yang tertarik untuk bergabung bersama kami atau ingin meyampaikan saran dan kritik untuk memperkaya tulisan di blog ini dan biar temen belajarnya lebih banyak lagi, silakan kirimkan naskah tulisan sahabat budaya ke alamat email kami di </font><a href="mailto:jawabudaya@gmail.com"><font size="2">jawabudaya@gmail.com</font></a><font size="2"> ditunggu partisipasinya ya&#8230;.terimakasih&#8230;</font></p>
</blockquote>
<blockquote><p><font size="2">Belajar budaya,,,siapa takut..hehe sampai jumpa di tulisan kami selanjutnya, selamat membaca&#8230;^_^</font></p>
</blockquote>
<p><font size="2"></font></p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/adat-istiadat/'>Adat Istiadat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=197&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/30/kenalan-sama-batik-yuuukkk-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image0022.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image0041.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image0061.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image008.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image010.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image012.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image012</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image014.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image014</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image016.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image016</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image018.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image018</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image020.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image020</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image022.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image022</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image024.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image024</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image026.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image026</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image028.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image028</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image030.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image030</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image032.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image032</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image034.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image034</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image036.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image036</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image038.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image038</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image040.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image040</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image042.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image042</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image044.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image044</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image046.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image046</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image048.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image048</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image050.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image050</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image052.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image052</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image054.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image054</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image056.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image056</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image058.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image058</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image060.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image060</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image062.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image062</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenalan sama Batik Yuuukkk&#8230;.(bagian 2)</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/23/kenalan-sama-batik-yuuukkk-bagian-2/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/23/kenalan-sama-batik-yuuukkk-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/23/kenalan-sama-batik-yuuukkk-bagian-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Bayu kartika Hai..ketemu lagi sama batik nich&#8230;hayo&#8230;udah baca kenalan sama batik yuuuukkkk (bagian 1) belum nich,,,kalau belum mending baca yang itu dulu, baru lanjutin buat baca tulisan yang ini&#8230;biar nyambung jadi tambah seru deeehhhh,,,OK?! Kalau kita kemarin kenalan sama pengertian batik, sejarah batik, dan macam-macam batik berdasarkan cara pembuatannya, maka pada tulisan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=160&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><font size="2">Oleh : Bayu kartika</font></b>
<p><b><font size="2"></font></b><br />
<blockquote>
<p><font size="2">Hai..ketemu lagi sama batik nich&#8230;hayo&#8230;udah baca kenalan sama batik yuuuukkkk (bagian 1) belum nich,,,kalau belum mending baca yang itu dulu, baru lanjutin buat baca tulisan yang ini&#8230;biar nyambung jadi tambah seru deeehhhh,,,OK?!</font>
<p><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/batik.jpg"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;" title="batik" border="0" alt="batik" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/batik_thumb.jpg?w=219&#038;h=244" width="219" height="244"></a><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/sidomukti-solo.jpg"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;" title="SidoMukti solo" border="0" alt="SidoMukti solo" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/sidomukti-solo_thumb.jpg?w=207&#038;h=244" width="207" height="244"></a></p>
</blockquote>
<p><font size="2">Kalau kita kemarin kenalan sama pengertian batik, sejarah batik, dan macam-macam batik berdasarkan cara pembuatannya, maka pada tulisan ini kami ingin belajar bareng mengenai sejarah perkembangan batik, contoh motif beberapa jenis batik dan makna lambangnya&#8230; seperti janji kami pada tulisan terdahulu, biar sahabat budaya semua nggak nagih janji sama kami&#8230;hehe</font>
<p><font size="2">Okay deh kita mulai dulu dari sejarah perkembangan batik di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Kalau daerah lain, kami belum belajar dengan baik, jadi kalau ada teman-teman dari daerah lain yang ingin berbagi boleh banget&#8230;&#8230;</font>
<p><font size="2">Seperti halnya perkembangan kebudayaan, perkembangan batik juga tidak lepas dari perkembangan sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah bekembang di Idonesia. Dimulai dari Jaman Majapahit, jaman perkembangan Islam, batik Solo dan Yogyakarta.</font><br />
<blockquote>
<p><b><font size="2"></font></b></p>
</blockquote>
<p><span id="more-160"></span><br />
<blockquote>
<p><b><font size="2">Jaman Majapahit</font></b></p>
</blockquote>
<p><font size="2">Pada jaman Majapahit, batik telah menjadi salah satu kebudayaannya. Dapat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojokerto adalah daerah yang sangat erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit. Dapat kita lihat dari nama daerah tersebut adalah Mojokerto yang ada hubungannya dengan Majapahit. Sedangkan kaitan batik majapahit dengan Tulungagung adalah mengenai riwayat perkembangan pembatikan di daerah ini, dapat digali dari peninggalan di jaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu, daerah Tulung Agung bernama Bonorowo karena daerahnya yang berawa-rawa dikuasai oleh seorang adipati yang bernama Adipati Kalang, yang tidak mau tunduk kepada Majapahit. Namun pada akhirnya adipati tersebut tewas dalam pertempuran di daerah Kalangbret. Setelah itu tentara-tentara dari Majapahit tinggal di daerah tersebut dan mengembangkan kesenian batik di daerah Tulungagung.</font>
<p><font size="2">Daerah pembatikan di Mojokerto sekarang terdapat di Kwali, Mojosari, Betero, dan Sidomulyo. Pada akhir abad ke-XIX ada beberapa orang pengrajin batik yang terkenal di Mojokerto. Bahan-bahan yang dipakai oleh pengrajin batik tersebut adalah berupa kain putih yang ditenun sendiri dan obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi, dan sebagainya untuk mewarnai batik buatan mereka. Pewarna buatan baru dikenal masyarakat Mojokertao setelah dibawa oleh pedagang-pedagang Cina yang ke Mojokerto. Batik cap pada saat itu dienal bersamaan dengan masuknya obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya di pasar Porong Sidoarjo. Sebelum krisis ekonomi, pasar porong dikenal ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Setelah krisis ekonomi, pasar batik tersebut timbul tenggelam hingga Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.</font>
<p><font size="2">Ciri khas dari batik Kalangbret, Mojokerto adalah hampir sama dengan batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Daerah pembatikan yang telah lama dikenal adalah desa Majan dan Simo. Desa ini juga mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari jaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825. Pada saat perang antara Pangeran Diponegoro dengan Belanda, pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur yang sekarang bernama Majan. Pembuatan batik di daerah tersebut merupakan naluri peninggalan dari seni membatik zaman perang Diponegoro. </font>
<p><font size="2">Ada keunikan tersendiri dari warna babaran batik Majan dan Simo. Hal ini dikarenakan warna babarannya merah menyala yang berasal dari kulit mengkudu dan warna lainnya adalah dari tom. Jaman dahulu juga dikenal sentra batik yang terkenal yaitu di daerah desa Sembung. Para pengusahanya kebanyakan berasal dari Sala yang datang ke Tulung Agung pada akhir abad ke-XIX. Sekarang tinggal beberapa keluarga pengusaha batik sari Sala yang menetap di daerah Sembung. Selain tempat-tempat tersebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga beberapa di Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian merupakan industri rumah tangga dan babarannya batik tulis.</font>
<p><font size="2">Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahit, namun perkembangan batik mulai berkembang pesat saat jaman kerajaan Surakarta dan Yogyakarta. Hal ini diketahui dari perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipengaruhi oleh corak batik Solo dan Yogyakarta.</font><br />
<blockquote>
<p><b><font size="2">Jaman Perkembangan Islam</font></b></p>
</blockquote>
<p><font size="2">Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran Islam di daerah ini. Menurut cerita yang ada, di daerah Batoro Katong, ada keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid di daerah Patihan Wetan. Selanjutnya ada seorang kyai dari sebuah pesantren yang ada di Tegalsari Ponorogo bernama Kyai Hasan Basri diambil menantu oleh Raja Keraton Solo. Pada saat itu, seni batik masih terbatas dalam lingkungan keraton. Kemudian istri dari Kyai Hasan Basri membawa kesenian batik ke Tegalsari yang diikuti oleh pengiring-pengiringnya. Selain itu, keluarga keraton juga kemudian banyak yang belajar di pesantren semakin banyak membawa seni batik keluar dari keraton menuju Ponorogo.</font>
<p><font size="2">Daerah perbatikan lama yang dapat kita lihat sampai sekarang adalah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan kemudian meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono, dan Ngunut. Pada saat itu, pewarna yang dipakai dalam pewarnaan batik adalah buatan sendiri yang berasal dari kayu-kayuan, antara lain pohon tom, mengkudu, dan kayu tinggi. Sedangkan bahan kain putihnya juga merupakan hasil tenunan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih impor baru dikenal kira-kira abad ke-19. Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan pada pengusaha batik di Ponorogo. Akibat berkembangnya batik cap di daerah Ponorogo, maka kemudian daerah tersebut terkenal dengan batik cap khasnya yaitu “<b>batik</b> <b>cap mori biru” </b>yang kemudian terkenal ke seluruh Indonesia.</font><br />
<blockquote>
<p><b><font size="2">Batik Solo dan Yogyakarta</font></b></p>
</blockquote>
<p><font size="2">Seperti telah kita bahas sebelumnya, keraton Solo dan Yogyakarta merupakan awal mula berkembangnya batik terutama di daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah. Awalnya batik hanya sekedar hobi dari para keluarga raja dalam berhias lewat pakaian. Namun selanjutnya batik dikembangkan menjadi komoditi perdangangan. </font>
<p><font size="2">Batik Solo, terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya baik dalam batik cap maupun batik tulisnya. Bahan yang digunakan untuk mewarnai batik masih banyak yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan tradisional salah satunya adalah soga Jawa yang sudah terkenal sejak dulu. Pola yang paling terkenal adalah motif “Sidomukti” dan “Sidoluhur”.</font>
<p><font size="2">Asal-usul batik di Yogyakarta dikenal sejak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah di desa Plered. Seperti halnya di Solo, pembatikan pada masa itu hanya terbatas di lingkungan keraton yang dikerjakan oleh pembantu-pembantu ratu. Meluasnya pembatikan sampai ke masyarakat adalah karena rakyat meniru pakaian yang dikenakan oleh keluarga keraton. Pada saat upacara resmi kerajaan, keluarga keraton mengenakan kombinasi pakaian batik dan lurik. Selain itu, penyebaran batik juga karena dibawa oleh keluarga raja yang mengungsi dan menetap di daerah-daerah pada saat perang, terutama pada perang Diponegoro. Daerah penyebarannya dan kemudian menjadi daerah batik meliputi Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur seperti Ponorogo dan Tulungagung yang kemudian batiknya berkembang menurut alam serta daerah baru tersebut.</font>
<p><font size="2">Perkembangan batik dari Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang ada di Mojokerto serta Tulungagung. Selain itu, batik juga menyebar ke Gresik, Surabaya, dan Madura di daerah Timur serta ke daerah barat yang meliputi Pekalongan, Banyumas, Tegal, dan Cirebon. Tradisi membatik awalnya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali merupakan batik dari keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tradisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta. Pada awalnya batik hanya dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan mori, namun dengan perkembangan jaman, batik dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon, dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan lilin cair menggunakan alat canting untuk motif halus atau kuas untuk motif kasar (berukuran besar) sehingga cairan lilin dapat meresap kedalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin. </font>
<p><font size="2">Nah&#8230;udah ngintip sedikit mengenai perkembangan batiknya kan&#8230;.sekarang saatnya kita berkenalan sama batik-batik yang ada di Jawa, khususnya Jawa Tengah dulu ya&#8230;.hmmm&#8230;.mau dimulai dari mana dulu ya&#8230;..</font>
<p><font size="2">Daripada masih bingung mulainya dari mana&#8230;kita pending dulu saja ya sampai di tulisan berikutnya&#8230;.ternyata terlalu asik berkenalan sama batik dan banyak banget ilmu-ilmu yang bisa kita pelajari&#8230;.jadi tunggu tulisan kami selanjutnya yaaaa&#8230; di kenalan sama batik yuuuuukkkk&#8230;.(bagian 3).</font>
<p><font size="2">Jangan pernah bosan untuk belajar bersama ya kawanku sahabat budaya semuanya&#8230;.jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur dan tentu saja jangan pernah malu untuk memakai batik sebagai salah satu pakaian kesayangan kita&#8230;</font>
<p><b><font size="2">Pakai batik??? Siapa Takut&#8230;.!!!</font></b></p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/adat-istiadat/'>Adat Istiadat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=160&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/23/kenalan-sama-batik-yuuukkk-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/batik_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/sidomukti-solo_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SidoMukti solo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenalan sama Batik Yuuuukkkkk&#8230;.</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/16/kenalan-sama-batik-yuuuukkkkk/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/16/kenalan-sama-batik-yuuuukkkkk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 09:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[corak]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningmacapat.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Bayu kartika Ngobrolin budaya??? Hmmm&#8230;. nggak lengkap deh kayaknya kalau belum kenalan sama Batik yang merupakan salah satu ikon budaya yang tak terpisahkan dari kebudayaan itu sendiri. Bukan hanya sebagai ikon tak terpisahkan dari budaya, tapi juga dari kehidupan masyarakat khususnya masyarakat Jawa, batik tidak pernah lepas. Batik memiliki peranan dan filosofi tersendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=99&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Bayu kartika<br />
Ngobrolin budaya??? Hmmm&#8230;. nggak lengkap deh kayaknya kalau belum kenalan sama Batik yang merupakan salah satu ikon budaya yang tak terpisahkan dari kebudayaan itu sendiri. Bukan hanya sebagai ikon tak terpisahkan dari budaya, tapi juga dari kehidupan masyarakat khususnya masyarakat Jawa, batik tidak pernah lepas. Batik memiliki peranan dan filosofi tersendiri bagi masyarakat Jawa. Dari mulai masih dalam kandungan ibu hingga tutup usia batik tak pernah terpisahkan.<br />
Kembali lagi nih&#8230;.kreatifitas masyarakat Jawa khususnya untuk berimajinasi dan berfilosofi teruji lagi, dan memang tak terkalahkan deh pokoknya&#8230;.<br />
Setiap pola atau corak batik tradisional memiliki nilai-nilai filosofis yang adiluhung, terutama batik-batik yang masih asli bermula dari keraton, baik itu Surakarta maupun Yogyakarta. Menurut salah seorang pakar batik di Solo, batik memiliki dua keindahan, yaitu keindahan visual dan keindahan spiritual yang tergambar jelas dalam motif-motifnya. Keindahan dan filosofi yang dimiliki motif batik di Solo dan Yogyakarta merupakan ciri khas yang tidak dimiliki oleh batik-batik dari negara lain.<br />
Pola batik di Jawa khususnya, mempunyai arti yang sakral untuk berbagai upacara adatnya. Dari mulai mitoni untuk calon ibu yang sedang hamil 7 bulan (sudah baca tulisan kami sebelumnya yang ada kaitannya sama “pitonan” kan?), kelahiran, memasuki usia dewasa, perkawinan, sampai kematian. (semoga dapat terus menulis dan membagi informasi tentang siklus kehidupan manusia yang tak lepas dari batik deh&#8230;amin.). </p>
<p>Seperti yang sudah disampaikan pada tulisan kami sebelumnya, bahwa untuk upacara pitonan saja kita memakai enam macam kain batik dan satu kain lurik. Itu baru untuk calon manusia yang masih dalam kandungan. Masih banyak lagi batik-batik yang diperlukan dalam kehidupan manusia dan yang pasti nilai filosofinya tidak terkalahkan deh karena setiap motif yang dikenakan memiliki makna dan lambang harapan sendiri-sendiri. Apapun karya seni yang tampak bisa menjadi cermin kuatnya muatan rasa dari segenap lelaku prihatin para pembuatnya. Bisa jadi, batik merupakan simbol harapan dan do’a-do’a yang tak terlafalkan. Bahkan dari batik juga kita bisa tahu apa yang menjadi falsafah hidup para pemakainya, yang bisa menyesuaikan keadaan tanpa harus kehilangan jatidirinya.<br />
Sebelum ngobrol dan belajar banyak mengenai batik, kita harus tau dulu pengertian batik itu sendiri. Nich..pengertian batik juga merupakan salah satu hasil kreatifitas masyarakat Jawa untuk mengolah kata-kata menjadi bermakna. Kata “batik”, berasal dari bahasa Jawa ”Amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”. (ini kata www.wikipedia.com). Seni batik diperkirakan telah ada di Indonesia sejak abad 12 M. Hiasan atau corak pada kain batik yang dibuat dengan mengaplikasikan malam atau lilin pada kain putih mencerminkan unsur-unsur yang erat kaitannya dengan kepercayaan, pemujaan kepada leluhur, pemujaan terhadap keagungan alam, serta dapat juga menunjukkan status sosial bagi pemakainya. Pada jaman dulu, kain putih yang digunakan merupakan kain hasil tenunan sendiri. Pewarna yang digunakan juga berasal dari tumbuhan-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.<br />
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Namun seiring perkembangan penyebarannya, batik tidak hanya menjadi pakaian keluarga keraton, melainkan juga menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Corak dan warna batik sendiri terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman tanpa meninggalkan ciri khas dari batik itu sendiri yang filosofinya mencerminkan karakter budaya setempat. Batik di Jawa saja memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya Batik pekalongan, warna-warnanya cemerlang dengan motif yang dipengaruhi oleh kebudayaan Cina dan Eropa. Ya maklum, kan Pekalongan daerah pesisir, jadi banyak masukan kebudayaan-kebudayaan dari luar. Berbeda halnya dengan batik Jogja dan Solo, kebanyakan berwarna sogan cokelat dan lebih kalem. Untuk lebih banyak belajar batik di masing-masing daerah akan dibahas selanjutnya.<br />
Pada umumnya batik ada dua jenis, yaitu batik cap dan batik tulis. Tapi seiring perkembangan teknologi, bila dilihat dari metode pembuatannya, batik terbagi menjadi lima macam. Lho kok tambah banyak&#8230;. ???apa aja?<br />
Ini nich&#8230;batik tulis, batik cap, batik sablon, batik painting, dan batik printing. Batik tulis, motif batik dibentuk dan dikerjakan dengan tangan. Batik cap, motif batik dibentuk dengan cap terbuat dari tembaga yang dibubuhi malam panas. Batik sablon, dibentuk dan dibuat seperti menyablon jadi metodenya berbeda dengan dua jenis batik sebelumnya. Batik painting, coraknya dibentuk dan dibuat menggunakan semacam cat. Dan batik printing, coraknya dibentuk dan dibuat menggunakan mesin printer khusus. Jadi bisa dikatakan bahwa yang dikatakan sebagai batik sesuai dengan pengertiannya ya cuma batik tulis dan batik cap yang menggunakan malam atau lilin dalam proses pewarnaanya. Sedangkan tiga jenis batik yang lainnya, meskipun bercorak batik tetapi kurang tepat jika disebut sebagai kain batik. Karena terdapat perbedaan antara kain batik dengan kain yang bermotif batik. Yaitu terletak pada cara pewarnaan dan pemberian motif pada kainnya.<br />
Seperti kita tahu, bahwa batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni yang tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Awalnya batik hanya dikerjakan di dalam keraton saja dan hasilnya hanya untuk pakaian raja, keluarga, dan pengikutnya. Karena banyaknya pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik kemudian dibawa ke luar dan dikerjakan di luar keraton. Nilai seni yang tinggi pada batik membutuhkan ketelitian yang tinggi. Oleh sebab itu, kegiatan membatik pada umumnya dilakukan oleh kaum perempuan. Jadi perempuan-perempuan Jawa menggunakan keahlian membatik mereka sebagai mata pencaharian ekslusif bagi kaum perempuan. Sampai akhirnya ditemukan “batik cap” yang bisa dilakukan oleh kaum laki-laki.<br />
Ada alasan tersendiri mengapa corak atau motif dalam batik memiliki nilai filosofis dan kesakralan tersendiri. Hal ini disebabkan karena dalam penciptaan motif batik bersumber dari kegiatan meditasi dan pengolahan jati diri dalam mencapai kemuliaan. Dengan demikian corak batik yang tercipta menjadi akar nilai-nilai simbolik yang terdapat di balik corak-corak batik khususnya batik-batik pada jaman dulu. Arti simbolik pada batik disebabkan karena batik pada jaman dulu merupakan pakaian upacara yang berupa kain panjang, sarung, selendang, dodot, kemben, dan ikat kepala. Oleh sebab itu batik yang dikenakan harus dapat mencerminkan suasana upacara dan dapat menambah daya magis. Karena alasan tersebut maka diciptakan pula berbagai pola dan motif batik yang mempunyai simbolisme yang bisa mendukung atau menambah suasana religius dan magis dari upacara itu. Jadi fungsi batik di sini bukan hanya untuk memperindah busana saja melainkan juga merupakan bagian dari upacara itu sendiri.<br />
Motif batik bukan hanya sekedar gambar atau ilistrasi, namun juga media penyampai pesan yang merupakan pandangan hidup pembuatnya dan pemberian nama motif batik berkaitan juga dengan suatu harapan. Salah satu contoh motif sidomukti, melambangkan harapan agar pemakainya “mukti” atau bahagia lahir dan batin. Motif batik, khususnya batik pesisir banyak dipengaruhi oleh budaya asing yang dibawa oleh para pedagang dari luar negeri. Sehingga pada umunya corak batik di pesisir lebih bervariasi baik motif maupun warnanya. Seperti contoh warna merah dan corak phoneix yang dipengeruhi oleh budaya Tionghoa. Motif bunga-bunga, kereta dan gedung-gedung serta warna biru yang dipengaruhi oleh budaya Eropa. Namun batik tradisional tetap mempertahankan coraknya karena memiliki makna tersendiri sebagai kelengkapan upacara.<br />
Meskipun tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik, namun teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Ada yang menduga bahwa teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negeri seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Batik tidak hanya populer di Asia tetapi juga sangat populer di beberapa negara di Afrika. Walaupun demikian, batik Indonesia khususnya Jawa yang paling terkenal di Dunia.<br />
Bangga dunk..punya batik yang go international&#8230;<br />
Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran Islam di Jawa. Dalam beberapa catatan sejarah, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Surakarta dan Yogyakarta. Jadi khususnya di Indonesia sendiri kesenian batik telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja selanjutnya. Adapun meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Pada saat itu semua batik masih batik tulis sampai awal abad ke-XX, dan batik cap mulai dikenal setelah perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam, banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah santri dan kemudian batik menjadi barang dagangan tokoh pedagang muslim untuk melawan perdagangan Belanda.<br />
Hmmm&#8230;.sudah belajar mengenai batik dan sejarahnya nich&#8230;<br />
Pasti nyari-nyari, kok nggak ada contoh batiknya, trus makna dan filosofinya gimana..ya kan???<br />
Tenang&#8230;contoh motif batik, makna lambang dan filosofi batiknya akan disampaikan pada tulisan kami selanjutnya, ditambah lagi mengenai perkembangan batik dari masa ke masa. Semoga masih diberi kesempatan untuk belajar bersama lagi&#8230;<br />
Jadi jangan lupa baca tulisan kami selanjutnya di Kenalan sama Batik Yuuuukkkkk&#8230;.(bagian 2) ya&#8230;&#8230;<br />
hayooo…masih malu pakai bati?<br />
hmmm…..Pakai batik? Siapa takut&#8230;&#8230;.?!<br />
Sumber : hasil kajian dari berbagai sumber</p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=99&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/16/kenalan-sama-batik-yuuuukkkkk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bedhaya Ketawang dan Segala Ceritanya</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/09/bedhaya-ketawang-dan-segala-ceritanya/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/09/bedhaya-ketawang-dan-segala-ceritanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 07:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[bedhaya ketawang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyi Roro Kidul]]></category>
		<category><![CDATA[Panembahan Senapati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/09/bedhaya-ketawang-dan-segala-ceritanya/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Bayu kartika Sekitar satu minggu yang lalu tepatnya tanggal 27 Juni 2011 baru saja digelar salah satu acara besar di keraton Surakarta Hadiningrat, hayo..masih ingat tidak dengan acara itu? Tentu sudah baca tulisan kami yang terdahulu atau tepatnya tulisan kami sebelum ini&#8230;. Yupz&#8230;.Tanggal 27 Juni 2011 di keraton Surakarta Hadiningrat baru saja menggelar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=153&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><font size="2">Oleh : Bayu kartika</font></p>
</blockquote>
<p><font size="2">Sekitar satu minggu yang lalu tepatnya tanggal 27 Juni 2011 baru saja digelar salah satu acara besar di keraton Surakarta Hadiningrat, hayo..masih ingat tidak dengan acara itu? Tentu sudah baca tulisan kami yang terdahulu atau tepatnya tulisan kami sebelum ini&#8230;. </font>
<p><font size="2">Yupz&#8230;.Tanggal 27 Juni 2011 di keraton Surakarta Hadiningrat baru saja menggelar acara tingalan Jumenengan Dalem SISKS Paku Buwono XIII Hangabehi. Ada yang istimewa dari puncak acara tersebut. Memang semua yang terselenggara dalam acara ini adalah acara-acara yang istimewa dan kental sekali dengan kebudayaan serta ajaran luhur kearifan budaya lokal khususnya budaya jawa, namun yang salah satu yang paling istimewa dari acara puncaknya adalah dengan digelarnya tari Bedhaya Ketawang. </font>
<p><font size="2">Hmmm&#8230;.Bedhaya Ketawang? Tarian apa ya sebenarnya&#8230;.katanya sich mistis, katanya sich sakral banget, katanya sich sereeeeemmmmmm&#8230;..eits, udah katanya-katanya&#8230;sekarang belajar bareng aja yuk tentang tari Bedhaya Ketawang dan segala katanya-katanya itu&#8230;biar nggak Cuma katanya&#8230;</font>
<p><font size="2"></font></p>
<p><span id="more-153"></span>
<p><font size="2">Sebagai sajian atau pertunjukan khusus pada acara tingalan jumenengan dalem tari bedhaya ketawang merupakan salah satu tarian yang sarat akan makna dan cerita tersendiri. Ada asap, pasti ada apinya&#8230;.seperti itu pula, ada tarian pasti juga ada proses penciptaannya. Pada awalnya, bedhaya dan srimpi di keraton adalah termasuk tarian khusus untuk pasamuwan agami. Hal ini terlihat dari lambatnya tetabuhan gamelan dan lemah gemulai serta tajamnya (khusuknya) penari. Menurut cerita yang saya tau, tari tersebut pada jaman dahulu adalah tari untuk persembahan di candi atau punden. Ditarikan oleh para perawan sebagai sarana untuk memuja dewa Siwa, Wisnu, atau Brahma. Candi atau punden hanya dibangun atas perintah raja, jadi yang menari di tempat tersebut diperkirakan adalah para abdi dalem.</font>
<p><font size="2">Sekarang sudah beda lagi jamannya, masuknya ajaran-ajaran agama menyebabkan penyembahan terhadap dewa sudah tidak dilakukan lagi. Namun tidak dengan tariannya. Tari tersebut masih tetap dilestarikan hingga sekarang sebagai kekayaan budaya di Indonesia. Jika kita memperhatikan tari bedhaya ketawang, ada beberapa hal yang unik dan menarik untuk dipelajari. Seperti telah disebutkan di awal, tari bedhaya ketawang berfungsi sebagai tari upacara pada saat peristiwa tingalan jumenengan dalem atau ulang tahun tahta raja. </font><br />
<blockquote>
<p><font size="2">Sebenarnya apa sich bedhaya ketawang itu&#8230;.</font></p>
</blockquote>
<p><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image002.jpg"><font size="2"><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image0021.jpg"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;" title="clip_image002" border="0" alt="clip_image002" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image002_thumb.jpg?w=492&#038;h=228" width="492" height="228"></a></font></a></p>
<p><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image004.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;margin:0;" title="clip_image004" border="0" alt="clip_image004" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image004_thumb.jpg?w=244&#038;h=192" width="244" height="192"></font></a><font size="2"> </font><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image006.jpg"><font size="2"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border-width:0;" title="clip_image006" border="0" alt="clip_image006" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image006_thumb.jpg?w=244&#038;h=192" width="244" height="192"></font></a>
<p><font size="2">Bedhaya ketawang disebut juga tarian langit, yang menurut Kitab Wedhapradangga, diciptakan Sultan Agung (1613-1645), seusai mendengar tetembangan dari tawang (langit). Sehingga, secara harfiah, bedhaya ketawang berasal dari ambedhaya (menari) dan tawang. Bedhaya ketawang merupakan suatu upacara yang berupa tarian dengan tujuan pemujaan dan persembahan kepada Sang Pencipta.</font>
<p><b><font size="2">Asal-usul Tari Bedhaya Ketawang</font></b>
<p><font size="2">Asal mulanya tari Bedhaya Ketawang hanya diperagakan oleh tujuh wanita saja. Dalam perkembangan selanjutnya, tari ini dianggap sebuah tarian khusus dan dipercaya sebagai tari yang amat sakral kemudian diperagakan oleh sembilan orang. Berbeda dengan tarian lainnya, Bedhaya Ketawang ini semula khusus diperagakan oleh abdi dalem Bedhaya Keraton Surakarta Hadiningrat. Iramanya pun terdengar lebih luruh (halus) dibanding dengan tari lainnya semisal Srimpi, dan dalam penyajiannya tanpa disertai <i>keplok-alok</i> (tepuk tangan dan perkataan).<br />Dikatakan tari Bedhaya karena tari ini menyesuaikan dengan gendingnya, seperti Bedhaya Gending Ketawang <i>Ageng</i> (Karya Penembahan Senapati), Bedhaya gending <i>Tejanata</i> dan <i>Sinom</i> (karya PB IX), Bedhaya Pangkur (karya PB VIII), <i>Miyanggong</i> (karya PB IV), <i>Duradasih</i> (karya PB V), dan lainnya. Siapa sebenarnya pencipta tari Bedhaya Ketawang itu sendiri sampai sekarang memang masih simpang siur. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa tarian ini sengaja diciptakan langsung oleh Kanjeng Ratu Kidul khusus untuk raja-raja Jawa.</font>
<p><font size="2"><i>Bedoyo</i> <i>Ketawang</i> misalnya menurut Sinuhun Paku Buwono X menggambarkan lambang cinta kasihnya Kanjeng Ratu Kidul pada Panembahan Senopati. Ini semua terlukis dalam gerak gerik tangan, langkah kaki, dan seluruh bagian tubuh para penari. Namun semuanya tergambar dengan begitu halus sehingga cukup sulit bagi orang awam untuk memahaminya. Segala gerak dalam tarian ini melambangkan melambangkan bujuk rayu dan cumbu birahi. Walaupun dapat dielakkan Sinuhun, Kanjeng Ratu Kidul tetap memohon agar Sinuhun ikut bersamanya menetap di dasar samudera dan bersinggasana di <i>Sakadhomas</i> <i>Bale</i> <i>Kencana</i> (Singgasana yang dititipkan oleh Prabu Rama Wijaya di dasar lautan). Sinuhun tidak mau menuruti kehendak Sang Ratu, karena masih ingin mencapai &#8220;<i>sangkan paran</i>&#8220;, namun beliau masih mau memperistri Kanjeng Ratu Kidul, turun temurun. Kemudian terjadilah Perjanjian/Sumpah Sakral antara Kanjeng Ratu Kidul dan Raja Pertama tanah Jawa, yang tidak dapat dilanggar oleh raja-raja Jawa yang turun temurun atau raja-raja penerus. Sehingga siapa saja raja yang bertahta atas Jawa otomatis akan beristri Kanjeng Ratu Kidul. Sebaliknya bahkan Kanjeng Ratu Kidul yang diminta datang ke daratan untuk mengajarkan tarian Bedhaya Ketawang pada penari-penari kesayangan Sinuhun. Satu sumber menyebutkan bahwa tari ini diciptakan oleh Penembahan Sanapati-Raja Mataram pertama-sewaktu bersemadi di Pantai Selatan. Ceritanya, dalam semadinya Penembahan Senapati bertemu dengan Kanjeng Ratu Kencanasari (Ratu Kidul) yang sedang menari. Selanjutnya, penguasa laut Selatan ini mengajarkannya pada penguasa Mataram ini.</font>
<p><font size="2">Sumber lainnya menyebutkan bahwa tari Bedhaya Ketawang ini diciptakan oleh Sultan Agung Anyakrakusuma (cucu Panembahan Senapati). Menurut Kitab Wedhapradangga yang dianggap pencipta tarian ini adalah Sultan Agung (1613-1645), raja terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari, penguasa laut Selatan. Ceritanya, ketika Sultan Agung sedang bersemadi, tiba-tiba mendengar alunan sebuah gending. Kemudian Sultan Agung berinisatif menciptakan gerakan-gerakan tari yang disesuaikan dengan alunan gending yang pernah didengar dalam alam semadinya itu. Akhirnya, gerakan-gerakan tari itu bisa dihasilkan dengan sempurna dan kemudian dinamakan tari Bedhaya Ketawang.</font>
<p><font size="2"><b>Mitologi dan Peraturan dalam Tari Bedhaya Ketawang</b><b></b></font>
<p><font size="2">Tari bedhaya ketawang adalah sebuah tari yang amat disakralkan dan hanya dipentaskan pada waktu-waktu tertentu saja. Bedhaya ketawang ada dua jenis, yaitu bedhaya ketawang alit yang dipentaskan setiap tahun pada acara tingalan Jumenengan Dalem dan durasinya hanya 1,5 jam. Satu lagi yaitu bedhaya ketawang ageng yang dipentaskan setiap 8 tahun sekali atau sewindu sekali. Tari bedhaya ketawang ageng bisa berdurasi sekitar 5,5 jam dan berlangung hingga pukul 01.00 pagi. Orang yang menyaksikannya pun adalah orang-orang tertentu yang telah terpilih. Selama menyaksikan tari tersebut, hadirin harus dalam keadaan khusuk, semedi, dan hening. Jadi hadirin tidak boleh berbicara atau makan, dan hanya boleh diam dan menyaksikan gerakan demi gerakan sang penari.</font>
<p><font size="2">Pada awalnya di keraton Surakarta Hadiningrat, tarian ini hanya diperagakan oleh tujuh wanita saja. Namun karena tarian ini dianggap tarian khusus yang dianggap sakral, jumlah penari kemudian ditambah menjadi sembilan orang. Sembilan penari terdiri dari delapan puteri yang masih ada hubungan darah dan kekerabatan dari keraton dan seorang penari gaib yang dipercaya sebagai sosok Nyai Roro Kidul. Konon, setiap kali bedhaya ketawang ditarikan, Nyai Roro Kidul selalu hadir, ikut menari. Namun tidak setiap orang dapat melihatnya, hanya bagi mereka yang peka saja Sang Ratu menampakkan diri. Tak heran jika kemudian muncul aturan ketat bagi seluruh orang yang terlibat dalam tarian ini baik pada masa latihan maupun waktu pementasan. Hal ini dikarenakan mereka akan bersentuhan langsung dengan Nyi Roro Kidul yang dipercaya sebagai pencipta tarian tersebut. Bahkan, menurut orang yang percaya, Kanjeng Ratu Kidul sendiri yang datang akan turun membetulkan apabila ada gerakan tari yang salah. Ada juga yang percaya Dalam tari Bedaya Ketawang, Nyai Ratu Kidul menggandakan dirinya menjadi namawatrika <i>(sembilan dewi ibu alam semesta</i>). (percaya tidak percaya, itu tergantung diri kita masing-masing&#8230;)</font>
<p><font size="2">Nah&#8230;.sebelum dilaksanakan tarian ini ada beberapa laku atau aturan yang juga disebut juga upacara ritus yang harus dipenuhi oleh keraton dan para penarinya. Adapun yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :</font>
<p><font size="2">Ø Untuk Keraton harus melakukan upacara atau ritus Labuhan atau Larungan (persembahan korban) yang berupa sesaji di 4 titik ujung/titik mata angin disekitar keraton. Disini keraton diibaratkan sebagai pusat Kosmis dari dunia dan keempat titik penjuru melambangkan alam semesta, letak geografis dan mitologis keempat titik tersebut adalah:</font>
<p><font size="2">1. Di Bagian Utara terdapat Gunung Merapi dengan penguasa Kanjeng ratu Sekar,</font>
<p><font size="2">2. Di Daerah Selatan terdapat Segoro Kidul atau laut kidul dengan penguasa Nyi Rara Kidul,</font>
<p><font size="2">3. Bagian Barat terdapat Tawang Sari kahyangan ndlpih dengan penguasa Sang Hyang Pramori (Durga di hutan Krendowahono),</font>
<p><font size="2">4. Dibagian Timur terdapat Tawang Mangu dengan Argodalem Tirtomoyo sebagai penguasa dan Gunung Lawu dengan Kyai Sunan lawu sebagai penguasanya.</font>
<p><font size="2">Ø Selain itu putri-putri yang ikut menari diwajibkan masih Perawan (belum menikah), tidak dalam keadaan haid dan menjalankan puasa tertentu sebelum melakukan tarian. Ada sumber yang menyebutkan bahwa khusus bagi anak raja boleh sudah menikah tetapi harus memasang sesaji tertentu (<i>caos dhahar</i>), begitu juga bagi penari yang sedang haid boleh ikut menari setelah memasang sesaji untuk Kanjeng Ratu Kidul.</font>
<p><font size="2">Pada malam hari anggara kasih yaitu ke 9 penari termasuk nyai rara kidul yang diyakini memasuki sitihinggil dengan arah <i>Pradaksina</i> disekitar sultan/raja, mereka itu perlambang cakrawala dan membuat formasi nawagraha, perbintangan kartika : 2 + 5 + 2. Atas irama gamelan para penari melambangkan peredaran tata tertip kosmis azali yang teratur : kemudian bagaimana tata tertip tersebut menjadi kacau dan kemudian dipulihkan lagi. Tembang yang dinyanyikan melambangkan Re-integrasi tata dunia dalam tata asli transendia dan lama tarian yang dimainkan sekitar 5,5 jam kadang sampai jam 01:00 malam (pada bedhaya ketawang ageng).</font>
<p><font size="2">Pola bedhaya Ketawang berhubungan dengan astronomi, yaitu mengikuti pola perbintangan (rasi bintang) yang dikenal dan dianut masyarakat Jawa untuk keperluan sehari-hari (menentukan musim, bertani, dan sebagainya). Beberapa pola rasi bintang yang digunakan adalah gubug penceng dan waluku.</font>
<p><font size="2">Busana dalam tari bedhaya ketawang menggunakan <i>dhodhot ageng </i>pengantin Jawa yang disebut basahan. Menggunakan <i>gelung bokor mengkurep </i>yang berukuran lebih besar daripada gaya Yogyakarta. Penyajian tari tersebut diawali dari pembukaan (15 menit), bagian inti (60 menit), dan penutup (15 menit). Pertama bagian pembukaan, menceritakan kala Kanjeng Ratu Kidul keluar dari istana dan bertemu Panembahan Senopati, yang memintanya membantu kerajaan yang kalut. Ia mau membantu dengan syarat Senopati harus menjadi suaminya. Kedua bagian inti, menceritakan adegan percintaan Penembahan Senopati dan Ratu Kidul, yang sempat mengabaikan negeri walau akhirnya diingatkan Ki Juru Martani (penasihat kerajaan) untuk kembali ke Mataram. Ketiga bagian penutup, menceritakan tangisan atas kerinduan mendalam dan ungkapan cinta Kanjeng Ratu Kidul, yang bersumpah tidak akan mencari laki-laki lain, kecuali Raja Mataram. Dia juga berjanji mengabdi dan menjadi istri Raja Mataram hingga turun-temurun, hingga kini. </font>
<p><font size="2">Bedhaya ketawang tidak menggunakan iringan gamelan lengkap. Instrumen yang digunakan hanya kethuk, kenong, kendhang ageng, ketipung, dan kemanak. Gerongan ketawang ageng menjadi bagian pokok dalam pengiring. Gerongan ini disajikan secara koor (dibawakan oleh lebih dari satu sindhen dan dinyanyikan bersama-sama). Ada satu instrumen unik yang mendapat perhatian khusus, yaitu kemanak. Kemanak adalah instrumen yan berbentuk seperti pisang, tetapi berlubang bagian tengahnya (bayangkan lobang pada kenthongan), berjumlah sepasang. Dimainkan dengan cara dipukul secara bergantian. Suasana yang ditimbulkan oleh perpaduan antara kemanak dan gerongan berkesan tintrim, wingit, dan angker. Walaupun instrumen pengiring bedhaya Ketawang sederhana, namun tidak mudah untuk dimainkan.</font>
<p><font size="2">Permainan keseluruhan instrumen membutuhkan konsentrasi tinggi. Hal ini disebabkan karena permainan gendhing ini berkesan monoton meskipun ada perubahan irama dari lambat menuju cepat, sehingga menyebabkan para pengrawit mengantuk dan akibatnya akan mengacaukan permainan gendhing tersebut.</font>
<p><font size="2">Demikianlah salah satu kekayaan tarian di Indonesia khususnya di Jawa. Mengenai kepercayaan-kepercayaan yang ada dalam tarian itu tergantung dari pembaca semua boleh percaya atau tidak. Yang pasti itulah salah satu khasanah budaya yang harus kita jaga bersama agar tidak sampai punah atau ditinggalkan oleh generasi penerus. Semoga bermanfaat&#8230;.</font>
<p><font size="2"></font></p>
<p>sumber : ringkasan dari berbagai sumber</p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/adat-istiadat/'>Adat Istiadat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=153&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/07/09/bedhaya-ketawang-dan-segala-ceritanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image002_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image004_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/07/clip_image006_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Isra Mi&#8217;raj dan Tingalan Jumenengan Dalem dua hal besar di bulan Rajab</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/25/isra-miraj-dan-tingalan-jumenengan-dalem-dua-hal-besar-di-bulan-rajab/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/25/isra-miraj-dan-tingalan-jumenengan-dalem-dua-hal-besar-di-bulan-rajab/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 06:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[rajab]]></category>
		<category><![CDATA[surakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/25/isra-miraj-dan-tingalan-jumenengan-dalem-dua-hal-besar-di-bulan-rajab/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Ternyata sudah masuk bulan ke tujuh lho di penanggalan Jawa, bahkan sudah tanggal tua&#8230;.apa saja yang sudah kita lakukan di bulan Rajab ini? Ada apa sich di bulan rajab&#8230;kita lihat yuk, sekalian berbagi informasi&#8230;siapa tau bermanfaat&#8230; Bulan rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa baik dalam penanggalan Jawa maupun penanggalan Islam. Di masyarakat, terutama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=145&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;
<p><font size="2" face="Arial">Ternyata sudah masuk bulan ke tujuh lho di penanggalan Jawa, bahkan sudah tanggal tua&#8230;.apa saja yang sudah kita lakukan di bulan Rajab ini? Ada apa sich di bulan rajab&#8230;kita lihat yuk, sekalian berbagi informasi&#8230;siapa tau bermanfaat&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial">Bulan rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa baik dalam penanggalan Jawa maupun penanggalan Islam. Di masyarakat, terutama masyarakat Jawa dikenal dua peristiwa besar di bulan Rajab ini, yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj dan Tingalan Jumenengan dalem di keraton Surakarta Hadiningrat. Isra’ Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab dan Tingalan Jumenengan dalem pada tanggal 25 Rajab. </font>
<p><font size="2" face="Arial"></font></p>
<p><span id="more-145"></span>
<p><font size="2" face="Arial">Tanggal 27 Rajab ada suatu peristiwa penting yaitu peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ dan Mi’raj adalah peristiwa perjalanan (malam) Nabi Muhammad SAW dari Masjidil-Haram Makkah menuju Masjidil-Aqsha Palestina dengan tunggangan seekor <i>Buraq </i>(Makhluk Allah yang kecepatannya mengungguli kecepatan rambat cahaya, dan setiap langkahnya sejauh mata memandang) kemudian diteruskan perjalanan dari Masjid Al-Aqsha menuju <i>Mustawan</i>, melalui tujuh planet (perjalanan inter planet). Untuk memperingati peristiwa ini, sebagian masyarakat ada yang melaksanakan kegiatan <i>Srakalan</i>. SRAKALAN adalah kata serapan yang diambil dari bahasa Arab &#8220;<i>Asyraqa</i>&#8221; lengkapnya <i>Asyraqal-Badru Alainaa</i> yang arti bebasnya : &#8220;<i>telah hadir Rembulan di tengah-tengah kita</i>&#8220;. Kalimat ini menjadi bacaan pembuka ketika para <i>Jamaah Dibaiyyah</i> berdiri (<i>mahallul qiyaam</i>) dalam melantunkan kidung <i>berjanji</i> (<i>Maulid Al-Barzanji</i>). Hal ini merupakan wujud ekspresi ta&#8217;dzim yang berkaitan erat dengan peristiwa kedatangan Rasulullah hijrah di Madinah. Srakalan merupakan ritual keagamaan Islam tradisional yang mengkombinasikan syair-syair Pujian kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam istilah lain, ritual ini dapat pula disebut dengan <i>Marhabanan</i> atau &#8220;<i>debaan</i>&#8221; (<i>Maulid Ad-Diba&#8217;iy</i>). Kegiatan ini biasanya dilakukan di pesantren-pesantren. (http://buntetpesantren.org/)</font>
<p><font size="2" face="Arial">Masing-masing masyarakat memiliki cara mereka sendiri untuk memaknai, menyambut ataupun mengisi bulan rajab ini. Bagi masyarakat Jawa sendiri, bulan Rajab merupakan bulan yang penting. Di bulan Rajab orang Jawa disuruh atau diajari untuk ingat dengan saudara tuanya dan disuruh untuk berpuasa, puasa apapun boleh. Karena ternyata puasa di bulan Rajab banyak sekali keutamaannya selain agar kehidupan masyarakat selalu dalam keadaan terteram rahayu. Nah di Jawa, khususnya di wilayah Solo dan sekitarnya pada bulan Rajab ada kegiatan yang tidak kalah penting dan besar. Tepatnya pada tanggal 25 Rajab ada Tingalan Jumenengan Dalem, satu-satunya cuma ada di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Acara ini dilaksanakan untuk memperingati naiknya Tahta Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tahun ini, acara tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 27 Juni 2011 yang merupakan tahun ke VII Tingalan Jumenengan Dalem SISKS PB XIII Hangabehi. </font>
<p><font size="2" face="Arial"><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/kolase-kanjeng-29-7-08-29.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="kolase-kanjeng-29-7-08-29" border="0" alt="kolase-kanjeng-29-7-08-29" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/kolase-kanjeng-29-7-08-29_thumb.jpg?w=150&#038;h=221" width="150" height="221"></a></font>&nbsp;<a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/untitled.png"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="untitled" border="0" alt="untitled" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/untitled_thumb.png?w=164&#038;h=219" width="164" height="219"></a><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/untitled-2.png"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="untitled 2" border="0" alt="untitled 2" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/untitled-2_thumb.png?w=185&#038;h=216" width="185" height="216"></a>
<p><font size="2" face="Arial">Dalam kegiatan ini, serangkaian kegiatan dilaksanakan agar acara tatacara dan upacara adat ini lebih memberikan makna tidak saja sebagai salah satu tanda tetap berlangsungnya simbol khasanah budaya Jawa yaitu kedaton bersama seluruh entitasnya secara utuh baik fisik, kegiatan budaya serta pelaku termasuk noto, sentono, abdi dan kawulonya maupun bahkan yang terpenting nilai luhur yang diharapkan juga lestari seiring pelaksanaan tata cara dan upacara adat secara rutin setiap tahun, termasuk upacara dan tata cara adat tingalan jumenengan dalem. Upacara adat ini hanya boleh dilakukan atau digelar di dalam Keraton Kasunanan Surakarta lho&#8230;di tempat lain nggak ada&#8230;</font><br />
<blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Nah&#8230;sudah ada yang ke wilayah keraton Solo belum nich,,,, disana pasti sudah ramai sekali dari sekarang&#8230;.</font></p>
</blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Karena rangkaian upacara adat tingalan jumenengan dalem yang digelar di Keraton Kasunanan Surakarta dimulai dengan diadakannya “<i>Kraton Surakarta art &amp; festival</i>” yang diadakan di Sitihinggil tanggal 25-26 Juni 2011 jam 19.00-21.30WIB setiap hari. Jadi buat teman-teman yang berada di wilayah Solo dan sekitarnya nanti malam jangan lupa datang ke keraton ya&#8230;. Nah untuk besok tanggal 26 Juni 2011 dari jam 09.00-14.00WIB akan diadakan acara pemberian gelar pangkat dan sesebutan untuk abdi dalem di bangsal Smorokoto dan di Kusumo Wandoyo Kasentanan untuk para sentono dalem (asing ya nama tempatnya&#8230;itu merupakan bagian dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat), sekaligus juga akan diadakan dialog budaya dengan tema “menjalin kebhinekaan menjaga persatuan nusantara” kerja sama antara Keraton Surakarta dengan Pemerintah Popinsi Lampung. Wah..sepertinya seru tuh dialognya dan yang pasti dapat memperkaya pengetahuan kita mengenai kekayaan budaya di Indonesia. Jangan sampai ketinggalan deh&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial">Selanjutnya, tepat tanggal 25 Rajab atau tanggal 27 Juni 2011 mulai jam 10.00WIB akan dilaksanakan puncak upacara adat Tingalan Jumenengan di Sasono Sewoko (bagian keraton juga nich). Acara puncak Tingalan Jumenengan dalem yang penuh makna itu ditandai dengan digelarnya tari bedhaya ketawang. Tari Bedhaya Ketawang ini dipentaskan selama 1,5 jam oleh sembilan penari yang menceritakan keluhuran manusia dalam gerak, dan menggambarkan perjalanan hidup manusia dari lahir, menginjak remaja, dewasa hingga maut menjemputnya. Tari bedhaya ketawang ini juga memiliki kesakralan tersendiri yang hanya boleh dipentaskan pada acara tingalan jumenengan dalem. Untuk informasi mengenai tari bedhaya ketawang ini akan kami uraikan dalam tulisan tersendiri dalam terbitan selanjutnya, jadi jangan bosan kunjungi situs ini ya&#8230;.hehe&#8230;</font>
<p><font size="2" face="Arial">Serangakaian acara Tingalan Jumenengan dalem pada Malam harinya akan digelar pertunjukan wayang orang di pagelaran. Wayang orang nya akan dimainkan oleh keluarga besar SISKS PB XIII lho&#8230;. Rangkaian acara ini akan diakhiri dengan wayang kulit oleh pokoso cabang kota Solo pada hari Rabu 29 Juni 2011 di pagelaran Keraton Surakarta. </font>
<p><font size="2" face="Arial">Salah satu upacara adat yang diadakan setahun sekali di Keraton Surakarta Hadiningrat itu sarat dengan budaya Mataram. Mulai dari tempat jumenengan yanng penuh filosofi, tarian bedhaya ketawang, kirab budaya, serta paes. Semuanya harus ditempuh tidak boleh tidak untuk menggelar hajatan ageng Keraton ini. Kegiatan ini merupakan ritual sekaligus meminta dukungan dari berbagai kalangan untuk menjaga kebudayaa. Salah satu pesan dari adik SISKS PB XIII, GPH Kusumo Yudho pada prosesi tingalan jumenengan dalem ke-4 atau tiga tahun yang lalu adalah sebagai berikut “kita jangan sampai kehilangan kiblat budaya yang positif. Kami tidak mungkin menjaga sendiri, karena itu mereka yang mendapat gelar orang-orang yang kami nilai telah membantu menjaga budaya Jawa.”</font>
<p><font size="2" face="Arial">Semoga tulisan ini bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan kita tentang budaya dan menjadikan kita generasi muda yang sadar budaya. Selamat membaca, mohon kritik dan saran untuk memperbaiki tulisan-tulisan kami selanjutnya. Terimakasih&#8230;..</font>
<p><font size="2" face="Arial">Sumber :</font>
<p><a href="http://buntetpesantren.org/"><font size="2" face="Arial">http://buntetpesantren.org/</font></a>
<p><a href="http://ketoprakhumor.wordpress.com/"><font size="2" face="Arial">http://ketoprakhumor.wordpress.com/</font></a>
<p><a href="http://harianjoglosemar.com/"><font size="2" face="Arial">http://harianjoglosemar.com/</font></a>
<p><a href="http://seputarsolo.com/"><font size="2" face="Arial">http://seputarsolo.com/</font></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/adat-istiadat/'>Adat Istiadat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=145&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/25/isra-miraj-dan-tingalan-jumenengan-dalem-dua-hal-besar-di-bulan-rajab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/kolase-kanjeng-29-7-08-29_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kolase-kanjeng-29-7-08-29</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/untitled_thumb.png" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/untitled-2_thumb.png" medium="image">
			<media:title type="html">untitled 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari lukisan dan tulisan kita merenung&#8230;</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/18/dari-lukisan-dan-tulisan-kita-merenung/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/18/dari-lukisan-dan-tulisan-kita-merenung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2011 08:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petuah]]></category>
		<category><![CDATA[aji]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[pangastuti]]></category>
		<category><![CDATA[semar]]></category>
		<category><![CDATA[sentosa]]></category>
		<category><![CDATA[sugih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/18/dari-lukisan-dan-tulisan-kita-merenung/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Hayooo&#8230;.gambar tokoh wayang siapa ya ini&#8230;&#8230;. Ini merupakan kaligrafi yang berbentuk tokoh wayang Semar, yaitu salah satu tokoh punakawan yang merupakan pengasuh dari para Pandawa. Nah&#8230;itu yang tulisannya keriting-keriting didalamnya itu tulisan Jawa, ada tujuh kalimat dalam gambar itu yang kurang lebih bacanya sebagai berikut: 1. Sugih tanpo bondho 2. Ngluruk tanpo bolo 3. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=138&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/image.png"><font size="2" face="Arial"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;padding-top:0;border-width:0;" title="image" border="0" alt="image" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/image_thumb.png?w=294&#038;h=317" width="294" height="317"></font></a></p>
<p><font size="2" face="Arial"></font>&nbsp;</p>
<p><font size="2" face="Arial">Hayooo&#8230;.gambar tokoh wayang siapa ya ini&#8230;&#8230;.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Ini merupakan kaligrafi yang berbentuk tokoh wayang Semar, yaitu salah satu tokoh punakawan yang merupakan pengasuh dari para Pandawa. Nah&#8230;itu yang tulisannya keriting-keriting didalamnya itu tulisan Jawa, ada tujuh kalimat dalam gambar itu yang kurang lebih bacanya sebagai berikut:</font><br />
<blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">1. Sugih tanpo bondho</font>
<p><font size="2" face="Arial">2. Ngluruk tanpo bolo</font>
<p><font size="2" face="Arial">3. Menang tanpo ngasorake</font>
<p><font size="2" face="Arial">4. Surodiro jayaningrat lebur dening pangastuti</font>
<p><font size="2" face="Arial">5. Sekti tanpo aji</font>
<p><font size="2" face="Arial">6. Digdaya tanpo jopo</font>
<p><font size="2" face="Arial">7. Sentosa tanpo mantra</font> </p>
</blockquote>
<p><font size="2" face="Arial">Hmmmm&#8230;.maknanya apa ya&#8230;.kita belajar sama-sama yuk&#8230;.</font>
<p><font size="2" face="Arial"></font></p>
<p><span id="more-138"></span>
<p><font size="2" face="Arial">Sebenarnya gambar diatas sudah menjadi photo profil akun facebook kami, yang kami unggah beberapa saat setelah gambar tersebut selesai dibuat. Lalu dari obrolan dalam komentar-komentar foto kami dan hasil diskusi saya dengan bapak (pembuat gambar) ternyata isi dan makna dari tulisan diatas kurang lebih adalah sebagai berikut:</font>
<p><font size="2" face="Arial">1. <b>Sugih Tanpo Bondho</b> = kaya tanpa harta. Artinya, bahwa kekayaan itu bukanlah yang disebut sebagai kaya harta / materi saja. Kekayaan yang sejatinya adalah kekayaan yang ada di dalam hati dan jiwa kita, misalnya suka memaafkan, santun, menghargai kepada orang lain tanpa membeda-bedakan karena status dan sebagainya, tidak memandang rendah kepada orang lain, berlaku sopan, menghargai yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, kaya disini maksudnya adalah KAYA AKAN BUDI PEKERTI/MORAL/AHKLAK. Itulah kaya yang sejatinya.</font>
<p><font size="2" face="Arial">2. <b>Ngluruk Tanpo Bolo</b> = mendatangi musuh tanpa bala bantuan. Artinya, kita bersifat KESATRIA. Berani menghadapi musuh sendirian dengan berlandaskan pada kebenaran, selama kita dipihak yang benar. Jangan takut untuk mengemukakan kebenaran itu, meskipun kita sendirian. </font>
<p><font size="2" face="Arial">3. <b>Menang Tanpo Ngasorake </b>= menang tanpa harus merendahkan orang lain atau musuh. Meskipun kita benar dan kita menang, tapi yang menjadi lawan kita tidak merasa direndahkan / dilecehkan, tanpa menimbulkan sakit hati di pihak lawan. Jadi meskipun menang tapi tidak menimbulkan kebencian dalam hati lawan karena merasa direndahkan.</font>
<p><font size="2" face="Arial">4. <b>Surodiro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti </b>= segala kebatilan/ kemungkaran/kejahatan pasti akan dapat dikalahkan dengan kebenaran.</font>
<p><font size="2" face="Arial">5. <b>Sekti Tanpo Aji </b>= sakti / ampuh tanpa memakai aji-aji / senjata kesaktian, dimaknai sebagai orang yang sakti / unggul / ampuh karena keluhuran budi pekerti, sikap / perbuatan yang terpuji / mulia / baik. Orang lain / musuh akan segan dan menghormati kita karena sikap dan tingkah laku kita yg baik, terpuji / mulia.</font>
<p><font size="2" face="Arial">6. <b>Digdaya Tanpo Jopo</b> = ampuh / kuat, kuat tanpa jopo, digdaya adalah orang yang tanpa musuh di semua tempat dan waktu selalu diliputi dengan kebaikan.</font>
<p><font size="2" face="Arial">7. <b>Sentosa Tanpo Mantra</b> = kuat, gagah tanpa mantra, kedua kalimat terakhir ini hampir sama maknanya. Intinya bahwa kekuatan diperoleh berlandaskan kepada TEKAD / NIAT / KEMAUAN yang kuat dalam menghadapi segala situasi yang dihadapi tanpa harus merapal ajian / mantra. Tekad / niat / kemauan yang kuat itu sendiri merupakan modal yang utama untuk mencapai suatu tujuan, dengan niat yang baik, dan pasrah akan kepada kehendak dan keputusan Tuhan.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Dalam memaknai suatu kalimat atau kata-kata mutiara mungkin berbeda-beda setiap orang. Untuk rekan-rekan yang punya tanggapan lain atau pandangan lain mengenai kata-kata tersebut silakan berbagi pengetahuan disini. Semoga bermanfaat, jika ada kurang dan lebihnya kami mohon maaf….</font>
<p><font size="2" face="Arial">Atas terbitnya tulisan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Teguh yang telah membuat kaligrafi diatas, semoga lebih baik lagi. Kepada pak Khayat, pak Kasiyanto, pak Paulus, pak Danar, dan semua teman-teman yang telah mau berpartisipasi dan berbagi informasi di akun facebook budaya jawa, khususnya komentar-komentar dalam photo profil kami.</font></p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/petuah/'>Petuah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=138&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/18/dari-lukisan-dan-tulisan-kita-merenung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/image_thumb.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenalan dulu yuk sama karawitan&#8230;</title>
		<link>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/04/kenalan-dulu-yuk-sama-karawitan/</link>
		<comments>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/04/kenalan-dulu-yuk-sama-karawitan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 06:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>learningmacapat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tembang Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[gamelan]]></category>
		<category><![CDATA[karawitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/04/kenalan-dulu-yuk-sama-karawitan/</guid>
		<description><![CDATA[Karawitan, sebenarnya apa ya karawitan itu&#8230;hmmm&#8230;kita belajar bareng yuk ah&#8230;. Karawitan berasal dari bahasa jawa tentu saja, yang kurang lebih artinya “rumit”, “berbelit-belit” tapi jangan salah&#8230;rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Makanya bagi sutresna budaya, musik karawitan itu enak sekali didengar, indah dan halus komposisi musiknya, tapi sayangnya sebagian besar masyarakat sekarang ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=135&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><font size="2" face="Arial">Karawitan, sebenarnya apa ya karawitan itu&#8230;hmmm&#8230;kita belajar bareng yuk ah&#8230;.</font></p>
</blockquote>
<p><font size="2" face="Arial"><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan1.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;margin:0;" title="gamelan1" border="0" alt="gamelan1" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan1_thumb.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></a><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/tumblr_kx4e6grcvc1qb0esto6_500.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="tumblr_kx4e6gRcVC1qb0esto6_500" border="0" alt="tumblr_kx4e6gRcVC1qb0esto6_500" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/tumblr_kx4e6grcvc1qb0esto6_500_thumb.jpg?w=244&#038;h=185" width="244" height="185"></a></font>
<p><font size="2" face="Arial">Karawitan berasal dari bahasa jawa tentu saja, yang kurang lebih artinya “rumit”, “berbelit-belit” tapi jangan salah&#8230;rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Makanya bagi sutresna budaya, musik karawitan itu enak sekali didengar, indah dan halus komposisi musiknya, tapi sayangnya sebagian besar masyarakat sekarang ini menilai bahwa musik karawitan itu bikin ngantuk. Hmmm&#8230;padahal itu karena musiknya yang terlalu enak dan mendayu sampai membuat mereka mengantuk. Hayoooo..betul tidak&#8230;.???</font>
<p><font size="2" face="Arial"></font></p>
<p><span id="more-135"></span>
<p><font size="2" face="Arial">Kata karawitan khususnya dipakai untuk mengacu pada musik gamelan, musik indonesia yang bersistem pada nada non diatonis (dalam laras slendro dan pelog) yang garapan-garapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumentalia, vokalia dan campuran yang indah didengar. Jadi gamelan merupakan seperangkat instrumen sebagai pernyataan musikal yang disebut karawitan.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Seni gamelan Jawa mengandung nilai-nilai historis dan filosofis bagi bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan gamelan Jawa merupakan salah satu seni budaya yang diwariskan oleh para pendahulu dan sampai sekarang masih banyak digemari serta ditekuni. J.L.A. Brandes (1889) dalam Purwadi (2006) mengemukakan bahwa masyarakat Jawa sebelum adanya pengaruh Hindu telah mengenal sepuluh keahlian, diantaranya adalah wayang dan gamelan.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Gamelan Jawa memiliki sejarah yang panjang juga lho&#8230;</font>
<p><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="gamelan" border="0" alt="gamelan" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan_thumb.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></a><a href="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan-yogya.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="gamelan-yogya" border="0" alt="gamelan-yogya" src="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan-yogya_thumb.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></a>
<p><font size="2" face="Arial">Seperti halnya kesenian atau kebudayaan yang lain, gamelan Jawa juga mengalami berbagai macam perubahan dalam sejarah perkembangannya meskipun tidak terlalu banyak merubah pakem (aturan) yang ada. Perubahan terjadi pada cara pembuatannya, sedangkan perkembangannya menyangkut kualitasnya. Dahulu pemilikan gamelan ageng Jawa hanya terbatas untuk kalangan istana. Kini siapapun yang berminat dapat memilikinya sepanjang bukan gamelan-gamelan Jawa yang termasuk dalam kategori pusaka (Timbul Haryono, 2001 dalam Purwadi, 2006). Hal ini dikarenakan juga harga satu perangkat gamelan Jawa dapat mencapai ratusan juta rupiah. Secara filosofis gamelan Jawa merupakan satu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jawa. Hal demikian disebabkan karena filsafat hidup masyarakat Jawa berkaitan dengan seni budaya yang berupa gamelan Jawa serta berhubungan erat dengan perkembangan religi yang dianutnya.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Istilah gamelan telah lama dikenal di Indonesia, sudah disebut pada beberapa kakawin Jawa kuno. Sampai sekarang pun arti gamelan belum ada yang memastikannya, jadi masih berupa dugaan. Mungkin gamelan merupakan pergeseran kata atau perubahan kata dari “<b>gembel</b>”, gembel adalah alat untuk memukul. Karena cara membunyikan instrumen itu dengan dipukul-pukul. Barang yang sering dipukul namanya pukulan, barang yang sering diketok namanya ketokan atau kentongan, barang yang sering digembel (kata lain dari dipukul) namanya gembelan. Nah&#8230;..kata gembelan ini bergeser atau berkembang menjadi gamelan. Mungkin juga karena cara membuat gamelan itu adalah perunggu yang dipukul-pukul atau dipalu atau digembel, maka benda yang sering dibuat dengan cara digembel namanya gembelan, benda yang sering dikumpul-kumpulkan namanya kempelan dan seterusnya gembelan berkembang menjadi gamelan. Dengan kata lain gamelan adalah suatu benda hasil dari benda itu digembel-gembel atau dipukul-pukul (Trimanto, 1984 dalam Purwadi, 2006).</font>
<p><font size="2" face="Arial">Musik-musik etnis di Indonesia 90% jenis musik perkusif, artinya untuk memainkannya dipergunakan alat pukul. Gamelan-gamelan kuno yang masih ada, seperti Gamelan Megamendung (dari kanoman Cirebon), Kyai Guntur Laut (dari Majapahit), dan Gamelan Sekaten jumlah unitnya masih sedikit. Manusia memang selalu tidak puas kepada apa yang sudah ada. Kita selalu ingin mengembangkan apa yang sudah ada. Alat musik etnis ritualis menjadi alat musik religius, kemudian menjadi musik sarana, yaitu gamelan untuk dakwah, untuk sarana pendidikan, dan untuk media penerangan. Pada jaman gamelan sebagai sarana ini jumlah unitnya selalu mengalami penambahan, antara lain ditambah macam-macam kendang, macam-macam alat musik petik, alat musik gesek, bahkan tambur, terbang, jedor, bedug dan lain-lain masuk kedalam anggota musik gamelan. Anak muda sekarang ada yang ingin mengembangkan unit gamelan dengan cara gong dibalik diisi kerikil dan dibunyikan dengan memukul bahunya, kempul diberi kerikil didalamnya, bonang dipukul-pukul dengan pemukul tambur pada badannya, dan lain-lain (Trimanto, 1984 dalam Purwadi, 2006).</font>
<p><font size="2" face="Arial">Dalam buku yang saya baca juga ada kata seperti ini “<b>Pradangga Adi Guna Sarana Bina Bangsa</b>”. Arti kata tersebut adalah <i>Pradangga</i> = gamelan, yang berasal dari kata <i>Prada</i> + <i>Angga</i> artinya “yang punya badan mengkilat”, <i>Adi</i> artinya baik, <i>Guna</i> artinya kepandaian, ilmu pengetahuan atau manfaat, <i>Sarana </i>artinya alat, <i>Bina </i>artinya membangun, membimbing atau mendidik, sedangkan <i>Bangsa</i> adalah orang-orang yang bertempat tinggal disuatu tempat yang mempunyai kedaulatan sendiri dan berpemerintahan sendiri. Arti kata secara bebas “apabila gamelan itu digunakan dengan sebaik-baiknya bisa sebagai alat untuk mendidik bangsa”. Suatu hal yang tidak bisa dihindari bila kita mendengar uyon-uyon rasanya seperti kita dibawa ke alam impian yang serba nikmat, lupa semuanya, laksana disurga dunia.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Itulah sebagian kecil informasi yang saya dapat dari sebuah buku berjudul Seni Karawitan Jawa yang saya beli beberapa waktu yang lalu bersama bapak. Semoga bermanfaat dan tetap semangat untuk belajar serta melestarikan budaya Indonesia.</font>
<p><font size="2" face="Arial">Sumber : </font>
<p><font size="2" face="Arial">Purwadi, Dr., M. Hum dan Drs. Afendy Widayat. 2006. <i>Seni Karawitan Jawa</i>. Yogyakarta : Hanan Pustaka</font></p>
<br />Filed under: <a href='http://learningmacapat.wordpress.com/category/tembang-jawa/'>Tembang Jawa</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learningmacapat.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learningmacapat.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learningmacapat.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learningmacapat.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learningmacapat.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learningmacapat.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learningmacapat.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learningmacapat.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learningmacapat.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learningmacapat.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learningmacapat.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learningmacapat.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learningmacapat.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learningmacapat.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learningmacapat.wordpress.com&amp;blog=17145554&amp;post=135&amp;subd=learningmacapat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningmacapat.wordpress.com/2011/06/04/kenalan-dulu-yuk-sama-karawitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddee7afe8c19c6c6934a7109a19e8615?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">learningmacapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan1_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gamelan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/tumblr_kx4e6grcvc1qb0esto6_500_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tumblr_kx4e6gRcVC1qb0esto6_500</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gamelan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://learningmacapat.files.wordpress.com/2011/06/gamelan-yogya_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gamelan-yogya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
