Monthly Archives: Desember 2010

Macapat dan Penyebaran Islam di Indonesia

Artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel Macapat Salah Satu Budaya yang Adiluhung bagian pertama dan bagian kedua. Nah pembaca sekalian, pada artikel kali ini kami akan menguraikan mengenai Macapat dan Perkembangan Islam di Indonesia.

Selain dalam fase – fase kehidupan manusia, macapat juga bermakna dalam penyebaran Islam di Indonesia khususnya di tanah Jawa. Para Wali dalam hal ini Walisongo menggunakan macapat sebagai sarana mereka dalam berdakwah. Menurut Suwardi Endraswara (2003) nama – nama dalam tembang macapat memberikan tuntunan atau metode penyampaian dakwah islam yang serba sabar, baik, dan teratur. Dibawah ini akan diuraikan tembang – tembang macapat yang melukiskan proses dakwah Islam.

Read the rest of this entry

Iklan

Macapat Salah Satu Budaya yang Adiluhung Bag. 2

Menyambung artikel yang sebelumnya pada Macapat Salah Satu Budaya yang Adiluhung, pada artikel ini akan kami uraikan mengenai Implementasi Macapat dalam kehidupan sehari-hari.

Macapat, menurut komposisi katanya dapat diartikan juga menjadi maca = membaca, pat = sipat/sifat. Jadi tembang macapat memiliki arti atau makna yang menggambarkan proses perkembangan manusia sejak dari dalam kandungan hingga meninggal yang merupakan seluruh proses yang harus dilalui manusia.

Alur perjalanan hidup manusia dapat digambarkan dengan rangkaian tembang macapat. Kehidupan manusia pada dasarnya ada tiga fase penting yaitu fase purwa/awal (maskumambang, mijil, sinom), fase madyo/tengahan (kinanthi, asmarandana, gambuh, dhandhanggula), fase wasana/akhir (durma, pangkur, megatruh, pocung).

Read the rest of this entry

Macapat Salah Satu Budaya yang Adiluhung

Macapat, sebagian orang pasti langsung berpikir kearah mistis, ritual – ritual penyembahan selain Allah (Tuhan YME), upacara pengundangan jin, roh halus dan sebangsanya saat mendengarkan bait – bait tembang macapat dilantunkan. Sungguh sangat menyedihkan, apalagi yang mengatakn seperti itu adalah orang – orang yang sebenarnya memiliki salah satu budaya itu.

Generasi muda sekarang seakan sudah menutup mata terhadap budaya mereka sendiri. Kepribadian bangsa seakan sudah terkikis oleh budaya – budaya bangsa lain yang cenderung lebih gemerlap. Parahnya lagi generasi muda sekarang sudah tidak mau melestarikan budaya mereka sendiri, karena mereka menganggap budaya kita sudah usang, jadul dan lain sebagainya. (semoga kita tidak termasuk generasi yang seperti itu).

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: