Upacara pertama untuk seorang manusia baru….

images images (2) images (1)

Setelah kurang lebih sembilan bulan sepuluh hari menghuni kandungan sang ibu, tiba saatnya seorang manusia lahir untuk melihat indahnya dunia dan berjuang melanjutkan kehidupannya sendiri. Kelahiran seorang bayi akan selalu membawa kebahagiaan bagi orang tuanya, baik itu anak pertama, kedua, dan anak keberapapun itu akan tetap membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya. Sebagai ungkapan rasa syukur dari orang tua atas kelahiran anaknya, sebagian besar masyarakat masih melaksanakan salah satu upacara tradisional yaitu brokohan. Brokohan merupakan barokahan yang merupakan ucapan syukur atas kelahiran bayi ke dunia dan dilaksanakan pada saat seorang bayi dilahirkan.

 

Upacara brokohan merupakan upacara kelahiran bayi yang tidak terlalu rumit, tidak serumit upacara pada saat bayi masih dalam kandungan tentunya. Upacara ini pada umumnya sederhana saja, hanya mengundang tetangga kiri-kanan dan saudara dekat saja yang biasanya sudah berkumpul ketika mendengar berita ada kelahiran. Dalam upacara brokohan, pada umumnya tidak ada ritual khusus yang rumit. Keluarga hanya menyelenggarakan kenduri dengan mengeluarkan sedekah atau sesaji yang berupa nasi liwet (jawa, nasi yang ditanak pada periuk atau kuali hingga matang tanpa dikukus menggunakan dandang) yang disajikan bersamaan dengan urap sayuran dan ayam bakar yang disuwir-suwir. Kenduri ini terutama dihadiri oleh ibu-ibu yang secara bersama-sama mendoakan ibu baru dan bayi yang baru lahir tersebut. Di beberapa daerah mungkin sesaji atau sedekah yang dikeluarkan berbeda-beda namun pada dasarnya adalah sama yaitu sebagai bentuk ucapan rasa syukur. Kenduri brokohan juga ada yang disertai dengan pembacaan sekar-sekar macapat atau tembang-tembang jawa lain yang memiliki makna adi luhung. Tujuan dari upacara brokohan ini pada dasarnya selain sebagai ucapan rasa syukur atas kelahiran bayi juga memiliki maksud agar bayi yang baru lahir tumbuh dengan kepribadian baik serta berguna bagi bangsa, keluarga, dan agama.

Kenduri brokohan hanya dihadiri oleh ibu-ibu karena pada dasarnya ketika seorang anak lahir ke dunia, yang harus tahu terutama adalah ibu-ibu. Sedangkan makna dari sedekah atau sesaji yang dikeluarkan berupa nasi liwet, urap, dan ayam bakar disuwir-suwir tanpa menggunakan tumpeng adalah sebagai ucapan rasa syukur dari orang tua karena sang ibu telah memenangkan sebuah perang yang oleh masyarakat dikenal sebagai perang sabil. Perang sabil adalah perang yang mempertaruhkan nyawa demi kehidupan yang selanjutnya.

Maksudnya adalah, seorang ibu yang melahirkan mempertaruhkan nyawanya untuk dapat menghadirkan anaknya ke dunia. Pada proses itu, yang dipertaruhkan adalah antara nyawa sang ibu, dan nyawa si anak yang akan lahir. Oleh sebab itu ketika proses kelahiran berlangsung lancar dan semuanya selamat, maka sang ibu dianggap telah memenangkan perang sabil tersebut kemudian diadakan syukuran. Karena pada jaman dahulu teknologi dan ilmu pengetahuan terutama ilmu kedokteran belum berkembang seperti sekarang ini. Sehingga pada jaman dahulu kelahiran hanya dibantu oleh dukun bayi saja atau bahkan tanpa bantuan tenaga yang profesional sehingga proses kelahiran merupakan proses yang benar-benar mempertaruhkan antara hidup dan mati seorang ibu.

Secanggih apapun teknologi dan sehebat apapun ilmu pengetahuan yang berkembang, proses kelahiran tetap saja merupakan proses yang sulit yang harus dilalui setiap ibu untuk mengantarkan anaknya ke dunia. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa bersyukur atas kelahiran bayi entah apa wujud dari rasa syukur kita. Sedangkan kita sebagai seorang anak, harus berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu. Karena beliau adalah orang pertama yang berinteraksi dengan kita, merawat kita sejak dalam kandungan. Ada juga salah satu Hadis Nabi yang menyebutkan bahwa “surga di telapak kaki ibu” hal ini merupakan salah satu bentuk ucapan terima kasih kepada seorang ibu yang telah menjadi perantara langsung kita sampai ke dunia.

Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kita akan budaya bangsa Indonesia yang begitu kaya.

Diambil dari berbagai sumber dan hasil diskusi

Posted on 30/05/2011, in Adat Istiadat and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: