Dari lukisan dan tulisan kita merenung…

image

 

Hayooo….gambar tokoh wayang siapa ya ini…….

Ini merupakan kaligrafi yang berbentuk tokoh wayang Semar, yaitu salah satu tokoh punakawan yang merupakan pengasuh dari para Pandawa. Nah…itu yang tulisannya keriting-keriting didalamnya itu tulisan Jawa, ada tujuh kalimat dalam gambar itu yang kurang lebih bacanya sebagai berikut:

1. Sugih tanpo bondho

2. Ngluruk tanpo bolo

3. Menang tanpo ngasorake

4. Surodiro jayaningrat lebur dening pangastuti

5. Sekti tanpo aji

6. Digdaya tanpo jopo

7. Sentosa tanpo mantra

Hmmmm….maknanya apa ya….kita belajar sama-sama yuk….

Sebenarnya gambar diatas sudah menjadi photo profil akun facebook kami, yang kami unggah beberapa saat setelah gambar tersebut selesai dibuat. Lalu dari obrolan dalam komentar-komentar foto kami dan hasil diskusi saya dengan bapak (pembuat gambar) ternyata isi dan makna dari tulisan diatas kurang lebih adalah sebagai berikut:

1. Sugih Tanpo Bondho = kaya tanpa harta. Artinya, bahwa kekayaan itu bukanlah yang disebut sebagai kaya harta / materi saja. Kekayaan yang sejatinya adalah kekayaan yang ada di dalam hati dan jiwa kita, misalnya suka memaafkan, santun, menghargai kepada orang lain tanpa membeda-bedakan karena status dan sebagainya, tidak memandang rendah kepada orang lain, berlaku sopan, menghargai yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, kaya disini maksudnya adalah KAYA AKAN BUDI PEKERTI/MORAL/AHKLAK. Itulah kaya yang sejatinya.

2. Ngluruk Tanpo Bolo = mendatangi musuh tanpa bala bantuan. Artinya, kita bersifat KESATRIA. Berani menghadapi musuh sendirian dengan berlandaskan pada kebenaran, selama kita dipihak yang benar. Jangan takut untuk mengemukakan kebenaran itu, meskipun kita sendirian.

3. Menang Tanpo Ngasorake = menang tanpa harus merendahkan orang lain atau musuh. Meskipun kita benar dan kita menang, tapi yang menjadi lawan kita tidak merasa direndahkan / dilecehkan, tanpa menimbulkan sakit hati di pihak lawan. Jadi meskipun menang tapi tidak menimbulkan kebencian dalam hati lawan karena merasa direndahkan.

4. Surodiro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti = segala kebatilan/ kemungkaran/kejahatan pasti akan dapat dikalahkan dengan kebenaran.

5. Sekti Tanpo Aji = sakti / ampuh tanpa memakai aji-aji / senjata kesaktian, dimaknai sebagai orang yang sakti / unggul / ampuh karena keluhuran budi pekerti, sikap / perbuatan yang terpuji / mulia / baik. Orang lain / musuh akan segan dan menghormati kita karena sikap dan tingkah laku kita yg baik, terpuji / mulia.

6. Digdaya Tanpo Jopo = ampuh / kuat, kuat tanpa jopo, digdaya adalah orang yang tanpa musuh di semua tempat dan waktu selalu diliputi dengan kebaikan.

7. Sentosa Tanpo Mantra = kuat, gagah tanpa mantra, kedua kalimat terakhir ini hampir sama maknanya. Intinya bahwa kekuatan diperoleh berlandaskan kepada TEKAD / NIAT / KEMAUAN yang kuat dalam menghadapi segala situasi yang dihadapi tanpa harus merapal ajian / mantra. Tekad / niat / kemauan yang kuat itu sendiri merupakan modal yang utama untuk mencapai suatu tujuan, dengan niat yang baik, dan pasrah akan kepada kehendak dan keputusan Tuhan.

Dalam memaknai suatu kalimat atau kata-kata mutiara mungkin berbeda-beda setiap orang. Untuk rekan-rekan yang punya tanggapan lain atau pandangan lain mengenai kata-kata tersebut silakan berbagi pengetahuan disini. Semoga bermanfaat, jika ada kurang dan lebihnya kami mohon maaf….

Atas terbitnya tulisan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Teguh yang telah membuat kaligrafi diatas, semoga lebih baik lagi. Kepada pak Khayat, pak Kasiyanto, pak Paulus, pak Danar, dan semua teman-teman yang telah mau berpartisipasi dan berbagi informasi di akun facebook budaya jawa, khususnya komentar-komentar dalam photo profil kami.

Posted on 18/06/2011, in Petuah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Menurut saya Kata kata mutiara diatas adalah hasil olah/karya yg sangat tinggi maknanya dan hanya bisa dihasilkan oleh orang yg Linuwih (orang yg bijaksana berkat kedekatan dengan sang pencipta).
    Dalam kehidupan sehari hari hal tersebut saat ini jarang sekali ditemui,hanya orang orang yg mengerti kebenaran yg HAKIKI/kebenaran SEJATI saja yg memiliki kemampuan seperti itu.Dengan kata lain kata kata mutiara tersebut hasil karya orang yg Makrifat/seorang Sufi yg sangat menguasai Paugeran /kehidupan jawa dan mempunyai tataran Manunggaling Jiwo Rogo Diri Lan Gusti

    • semoga dengan belajar juga kita dapat menjadi orang yang linuwih bu / mbak… semoga kita menjadi orang yang lebh bermanfaat, dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa…
      terimakasih…

  2. sekarang ini kata2 luhur diatas sudah banyak yang tidak peduli, yang penting diri sendiri dapat sesuatu walaupun yang jadi korban orang lain

  3. like this..,,, bikin kamusnya donk mbae….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: