Category Archives: Tembang Jawa

Macapatan dulu yuk ah…

Sinom

Nuladha laku utama,

Tumrape wong tanah jawi,

Wong agung ing ngeksi gondo,

Panembahan senopati,

Kepati amarsudi,

Sudanen hawa lan nepsu,

Pinesu tapa brata,

Tanapi ing siyang ratri,

Hamemangun karyenak tyasing sasama.

Pangkur

Mingkar mingkuring angkara,

Akarana karenan mardi siwi,

Sinawung resmining kidung,

Sinuba sinukarta,

Mrih ketarta pakartining ngelmu luhung,

Kang tumrap neng tanah jawi,

Agama ageming aji.

Wah….sudah sepuluh hari ke dua nich di bulan puasa…udah hampir ke sepuluh hari terakhir lagi…

hayooo…masih pada puasa kan? Bolong nggak….kalau sahabat budaya yang putri ya wajar….tapi kalau sahabat budaya yang putra puasanya bolong…hmmmm kenapa tuh…hehe

Eh, ngomong-ngomong soal puasa nih, tau nggak kenapa ada tembang Pangkur dan Sinom mengawali tulisan kali ini….kita belajar bareng yuk…mengenai hubungannya apa sich tembang Sinom dan Pangkur di atas dengan bulan puasa? Baca terus ya…..

Read the rest of this entry

Iklan

Kenalan dulu yuk sama karawitan…

Karawitan, sebenarnya apa ya karawitan itu…hmmm…kita belajar bareng yuk ah….

gamelan1tumblr_kx4e6gRcVC1qb0esto6_500

Karawitan berasal dari bahasa jawa tentu saja, yang kurang lebih artinya “rumit”, “berbelit-belit” tapi jangan salah…rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Makanya bagi sutresna budaya, musik karawitan itu enak sekali didengar, indah dan halus komposisi musiknya, tapi sayangnya sebagian besar masyarakat sekarang ini menilai bahwa musik karawitan itu bikin ngantuk. Hmmm…padahal itu karena musiknya yang terlalu enak dan mendayu sampai membuat mereka mengantuk. Hayoooo..betul tidak….???

Read the rest of this entry

Macapat dan Penyebaran Islam di Indonesia

Artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel Macapat Salah Satu Budaya yang Adiluhung bagian pertama dan bagian kedua. Nah pembaca sekalian, pada artikel kali ini kami akan menguraikan mengenai Macapat dan Perkembangan Islam di Indonesia.

Selain dalam fase – fase kehidupan manusia, macapat juga bermakna dalam penyebaran Islam di Indonesia khususnya di tanah Jawa. Para Wali dalam hal ini Walisongo menggunakan macapat sebagai sarana mereka dalam berdakwah. Menurut Suwardi Endraswara (2003) nama – nama dalam tembang macapat memberikan tuntunan atau metode penyampaian dakwah islam yang serba sabar, baik, dan teratur. Dibawah ini akan diuraikan tembang – tembang macapat yang melukiskan proses dakwah Islam.

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: