Arsip Blog

Puasa Syawal dan Ketupat alias “KUPAT”

 

Oleh : Bayukartika

Waaah….Idul Fitri sudah berlalu ya….. masih di bulan Syawal nich….kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada sahabat budaya semuanya…. apa kabarnya nich…masih sehat kan? Semoga sahabat budaya semuanya selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Nah sahabat budaya, masih dalam suasana Syawal juga nich…

Selama hari raya Idul Fitri pasti tidak akan terlepas dari yang namanya ketupat. Meskipun kita tahu sendiri, bahwa lebaran di tahun 2011 ini lumayan membuat bingung terutama kaum ibu karena masakan lebaran mereka ada yang terpaksa dipakai untuk sahur…(loh kok aneh…ya kan?) tentu sahabat budaya semua tahu bahwa ternyata garis “finish” buat puasanya di undur..hehe…tapi its okay lah ya…toh ujungnya juga tetap lebaran ya kan….

Ngomong-ngomong soal ketupat (kalau bahasa bahasa Jawa sich “Kupat” jadi selanjutnya pakai kata kupat aja ya….), ada yang menarik lho di Jawa khususnya. Kalau biasanya hari raya Idul Fitri itu sangat identik dengan hidangan ketupat dan opor ayam setelah solat Idul Fitri. Tetapi beda lagi dengan masyarakat Jawa….mereka tidak menghidangkan ketupat di hari pertama Idul Fitri. Pada umumnya di Jawa itu lebarannya 8 hari lho dan selalu ramai kalau di kampung-kampung. Jadi ketupatnya dihidangkan di hari ke delapan lebaran, masyarakat menyebutnya sebagai lebaran ketupat “bakdo Kupat”. Ada alasan tersendiri mengapa mereka menghidangkan kupat di bakdo kupat. Kita bahas bareng yuk alasannya apa trus makna kupat itu sendiri…

 

Read the rest of this entry

Iklan
%d blogger menyukai ini: